EDUKASI STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG MENUJU MASYARAKAT DESA METESEH YANG SEHAT

Kesehatan | 16 Jun 2023 | 19:19 WIB
EDUKASI STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG MENUJU MASYARAKAT DESA METESEH YANG SEHAT
Mahasiswa KKN Tematik UNNES melaksanakan program kerjanya di posyandu Dusun Sasak, Desa Meteseh.

Uwrite.id -           Pada tanggal 12 April dan tanggal 14 April 2023, mahasiswa KKN Tematik Angkatan 1 Universitas Negeri Semarang melakukan program kerja kelompok mengenai sosialisasi stunting untuk memenuhi tugas dan kewajiban dalam program kerja pilihan yang diberikan oleh PUSBANG LPPM Universitas Negeri Semarang. Tema yang diangkat dalam sosialisasi ini yaitu “Sosialisasi Edukasi Stunting Pemenuhan Gizi Seimbang dan Kesehatan Masyarakat”. Sosialisasi ini dilakukan pada posyandu Desa Meteseh, tepatnya di dua dusun setempat, yaitu Dusun Teseh dan Dusun Sasak.

         Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan mental. Dengan memberikan edukasi tentang stunting dan pemenuhan gizi yang seimbang, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah preventif dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka. Program ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang masalah stunting, pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, dan menjaga kesehatan secara umum.

 

 

        Pelaksanaan sosialisasi kami lakukan di dua dusun yaitu Dusun Teseh dan Dusun Sasak bertempat lokasi posyandu tiap dusun. Pelaksanaan kegiatan pertama yaitu di Dusun Teseh pada tanggal 12 April 2023 mulai dari jam 08.00-10.00 bertempat di KB Tunas Bangsa. Pelaksanaan kegiatan kedua dilaksanakan pada tanggal 14 April 2023 bertempat di rumah pengurus ibu-ibu PKK Dusun Sasak, yang kegiatannya dimulai dari jam 08.00-11.00.  Sistem Pelaksanaan kegiatan yang kami laksanakan ini tidak hanya sosialisasi saja, namun meliputi beberapa kegiatan, yaitu dengan membantu serangkaian kegiatan posyandu, seperti menimbang berat badan anak, mengukur tinggi anak, mengukur lingkar lengan dan kepala, serta mendata perkembangan tumbuh pada tubuh anak-anak balita yang sedang mengikuti posyandu. 

         Untuk sosialisasi yang kami lakukan sendiri yaitu dengan memberikan edukasi kepada orang tua anak melalui leaflet yang telah berisi materi-materi terkait ketika selesai melaksanakan posyandu. Materi dari leaflet yang kami sebarkan sendiri membahas mengenai pengertian stunting, ciri dan gejala stunting, penyebab anak mengalami stunting, cara mencegah stunting, sanitasi, dan pemberian obat cacing. Peserta sasaran dari sosialisasi yang kami laksanakan adalah para orang tua balita yang sedang mengantar anaknya untuk melakukan posyandu, karena tentunya stunting merupakan suatu hal yang harus dihindari ketika anak masih usia balita, agar tidak memberikan dampak yang kurang baik pada tumbuh kembang anak.

 

 

         Posyandu dan sosialisasi berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang terjadi. Walaupun berjalan dengan lancar pasti ada kendala dalam pelaksanaan program ini, salah satu kendala yang paling utama adalah suasana yang tidak kondusif di lokasi posyandu. Kondisi tersebut terjadi karena banyak anak-anak yang tantrum, sehingga ada beberapa orang tua yang kurang maksimal menerima penyampaian sosialisasi dari kami. Kami juga kesulitan mengarahkan anak-anak saat melakukan posyandu seperti penimbangan  berat badan dan pengukuran tinggi badan, karena anak-anak banyak yang menangis dan tidak mau jika tidak dengan orang tuanya. Harus dengan ekstra sabar untuk bisa mengajak anak-anak agar mau untuk melakukan posyandu.

         Melalui program ini, diharapkan masyarakat Dusun Teseh dan Dusun Sasak di Desa Meteseh dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan kesehatan. Mahasiswa KKN Tematik UNNES juga berharap bahwa program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan membangun Indonesia dari desa. 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar