Dukung Program Kampuspreneur Kemendag, President University Siap Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Ekspor

Pendidikan | 17 Oct 2026 | 23:37 WIB
Dukung Program Kampuspreneur Kemendag, President University Siap Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Ekspor
President University menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terkait program Kampuspreneur

Uwrite.id - Kemendag Gandeng Kampus Dorong Rasio Kewirausahaan Menuju Indonesia Emas 2045

Tangerang — 16 Oktober 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperluas sinergi dengan dunia perguruan tinggi guna mengejar target Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program Kampuspreneur bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan President University di ICE BSD.

 

 

Isy menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki tujuan strategis yang lebih luas dari sekadar pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu mendorong peningkatan pendapatan per kapita nasional dari saat ini sekitar USD 5.000 menjadi USD 30.000 pada tahun 2045.

 

 

"Untuk menjadi negara maju yang waktunya tinggal sekitar 20 tahun lagi, syarat utamanya adalah tingkat kewirausahaan nasional minimal mencapai 8 persen seperti Singapura, atau di atas 12 persen seperti negara-negara di Eropa dan Amerika," ujar Isy Karim.

 

 

Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,4 persen, tertinggal dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand yang sudah berada di atas 4 persen.

 

 

Mahasiswa sebagai Motor Penggerak Ekonomi dan Agregator Ekspor

Menurut Isy, percepatan rasio kewirausahaan berada di pundak para mahasiswa yang kelak akan memegang peran vital pada puncak bonus demografi. Pemerintah mendorong adanya pergeseran pola pikir agar para lulusan perguruan tinggi tidak lagi berfokus mencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja sejak masa perkuliahan.

 

 

Untuk mendukung hal tersebut, Kemendag membuka peluang luas bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha, baik di pasar domestik maupun ekspor:

 

 

Pasar Dalam Negeri: Mahasiswa dapat memanfaatkan model bisnis waralaba (franchise) yang dinilai lebih aman bagi pemula.

Pasar Ekspor: Mahasiswa tidak harus memiliki pabrik manufaktur sendiri, melainkan dapat berperan sebagai agregator dengan memanfaatkan modal kemampuan bahasa, penguasaan teknologi, serta fasilitas inkubasi bisnis di kampus.

 

 

Kolaborasi dengan 27 Perguruan Tinggi

Dengan bergabungnya UIN Jakarta dan President University, Kemendag tercatat telah menjalin kerja sama program Kampuspreneur dengan 27 perguruan tinggi di Indonesia.

 

 

"Seremoni hari ini bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk kita mulai berkolaborasi memperkuat ekosistem kewirausahaan yang berorientasi ekspor serta melahirkan wirausaha muda Indonesia yang inovatif," pungkas Isy.

 

 

Dukung Program Kampuspreneur Kemendag, President University Siap Cetak Wirausaha Muda Berdaya Saing Ekspor

President University menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terkait program Kampuspreneur dalam rangkaian ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD (Sumber Video). Kerjasama ini diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausahawan baru dari kalangan mahasiswa yang siap menembus pasar ekspor global.

 

 

Rektor President University, Dr. Handa S. Abidin, mengapresiasi langkah aktif pemerintah yang memfasilitasi kampus-kampus di Indonesia untuk memperluas peran dalam pengembangan kewirausahaan.

 

 

"Kami senang sekali Kementerian 'jemput bola' ke kampus-kampus. Mudah-mudahan nanti makin banyak operasi yang bisa mengekspor produk-produknya ke luar negeri dan menjadi agregator. Kita butuh banyak entrepreneur dan pemuda yang bisa membuka lapangan kerja bagi Indonesia," ujar Handa saat diwawancarai di lokasi pameran.

 

 

Tantangan Ubah Mindset Mahasiswa

Menanggapi tantangan utama ekspor dan kewirausahaan bagi generasi muda, Handa mengungkapkan bahwa kendala terbesar terletak pada kebiasaan dan pola pikir (mindset). Menurutnya, dunia perguruan tinggi pada umumnya masih mendidik mahasiswa untuk menjadi pekerja atau profesional karier.

 

 

"Tantangan terbesar ini masalah kebiasaan, karena kebanyakan kampus ngajarin mahasiswa untuk bekerja secara profesional. Tentu kita perlu membuka peluang agar mereka juga berusaha secara profesional. Mindset-nya perlu diubah dan program-programnya harus ada. Dengan dukungan pemerintah, saya yakin akan semakin baik," tambahnya.

 

 

Komitmen Tingkatkan Partisipasi di TEI Mendatang

Mengenai gelaran Trade Expo Indonesia 2026, Handa menilai ajang pameran dagang internasional ini sangat megah dan dinamis. Atas antusiasme tersebut, pihaknya telah menginstruksikan tim civitas akademika President University untuk mempersiapkan keterlibatan yang lebih besar pada penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya.

 

 

"Saya sudah bilang ke tim, untuk yang tahun depan kita harus semakin banyak yang ikutan. Kerjasama dan dukungannya harus makin solid," pungkas Handa.

Sumber: https://www.mediapatriot.co.id/2026/10/17/kemendag-gandeng-kampus-dorong-rasio-kewirausahaan-menuju-indonesia-emas-2045/

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar