Disdik Ciamis Wakili Jawa Barat pada FTBI Nasional

Pendidikan | 01 Dec 2023 | 22:01 WIB
Disdik Ciamis Wakili Jawa Barat pada FTBI Nasional
Kadisdik Ciamis, Dr. Asep Saeful Rahmat (keempat dari kiri) menyerahkan penghargaan kepada para juara FTBI tingkat Jabar di halaman Disdik Ciamis, Jumat (01/12/2023). Foto/istimewa

Uwrite.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis berhasil meraih juara umum jenjang SD pada pada event FTBI SD dan SMP se-Jawa Barat Tahun 2023 dan akan menjadi perwakilan Jawa Barat pada FTBI nasional tahun depan.

Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Disdik Ciamis, Ely Mulyaningsih, menyampaikan bahwa kontingen FTBI jenjang SD berhasil meraih gelar juara umum setelah menjadi juara di 9 mata lomba.

"Untuk FTBI nasional rencananya akan digelar saat peringatan hari pendidikan nasional tahun depan dan Disdik Ciamis akan mewakili Jawa Barat," ungkapnya saat ditemui di ruang Kepala Bidang SD, Jumat (1/12/23).

Pada event tersebut, kontingen Disdik Ciamis meraih juara pertama dalam Biantara (putri), Maca Sajak (putra), dan Maca jeung Nulis Aksara Sunda (putra).

Mereka juga meraih juara tiga dalam kategori Maca jeung Nulis Aksara Sunda (putri), serta meraih penghargaan harapan pertama dalam Ngarang Carpon (putri), Ngadogeng (putra), harapan kedua dalam Ngadogeng (putri), dan harapan ketiga dalam Maca jeung Nulis Aksara Sunda (putra).

Torehan prestasi ini, kata Ely, tidak diraih dengan instan. Dalam prosesnya Disdik Ciamis mengirimkan empat guru inti ke Balai Bahasa Jawa Barat untuk melakukan pelatihan. Setelah itu, keempat guru inti ini akan melakukan diseminasi atau proses penyebaran informasi ke sekolah-sekolah se Kabupaten Ciamis.

"Proses diseminasi dilakukan secara berjenjang melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga ke sekolah," jelasnya.

Proses ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan informasi yang diperoleh tersebar secara merata, sesuai dengan juknis yang telah ditentukan.

"Setelah diseminasi, para guru pembimbing akan menerapkan hasilnya dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing," ujarnya.

Kemudian, Ely mengatakan, bahwa FTBI merupakan rangkaian akhir dari Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat selama tiga tahun berturut-turut, dimulai sejak 2021.

Acara ini diinisiasi sebagai upaya pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Sunda.

"Tujuan utama dari partisipasi Ciamis bukan hanya meraih prestasi, melainkan lebih pada aspek pedagogik yang berfokus pada pembentukan karakter anak melalui pelestarian bahasa Sunda," tambahnya.

Disampaikan Ely, FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak pada tingkat SD dan SMP, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, kreativitas, dan daya imajinasi mereka.

Selain itu, menurutnya, kunci untuk melestarikan bahasa Sunda adalah dengan menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga bahasa Sunda tetap relevan.

"Lingkungan sekolah berperan penting dalam efektifitas pelestarian bahasa Sunda. Salah satunya melalui proses pembelajaran di kelas yang berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui pelestarian bahasa Sunda," ucapnya. 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar