Diplomasi Prabowo demi Lindungi Sumberdaya Strategis Bangsa Kita, Isradi Kupas Motif di Balik Intensitas Prabowo ke LN

Peristiwa | 06 Jun 2026 | 04:24 WIB
Diplomasi Prabowo demi Lindungi Sumberdaya Strategis Bangsa Kita, Isradi Kupas Motif di Balik Intensitas Prabowo ke LN
Suasana diskusi kanal video YouTube yang digelar Tribun Kaltim melalui medium digital dengan salah satu pembicara Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal.

Uwrite.id - Balikpapan - Isradi memberikan garis bawah yang cukup tajam mengenai dinamika kebijakan hilirisasi di Indonesia dan pengaruh negara adikuasa seperti AS terhadap sumber daya alam di negara berkembang. Isradi Zainal mencontohkan peristiwa manakala pada akhirnya Presiden Trump mencopot Presiden Venezuela. Itu bukan serta-merta masalah kartel narkoba semata, namun ada motif penguasaan sumber daya alam di belakangnya. 

Diskusi kanal video YouTube yang digelar Tribun Kaltim melalui medium digital dengan pembicara Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal dan Wakil Walikota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M. mengambil topik, Presiden Prabowo ke Luar Negeri bukan Jalan-Jalan, Bawa Investasi 2.430 T, awal Juni ini.

Ketika ditanya moderator mengenai roadshow mancanegara yang kini intens dilakukan Presiden Prabowo, Isradi Zainal kembali mengajak pemirsa mengingat rangkaian panjang Prabowo ke belakang. Isradi menyebut bahwa Prabowo telah lama intens dengan Soeharto, sehingga ia sangat paham dengan main strategy-nya Soeharto. Di samping itu, Prabowo juga lama memahami alur berpikir ayahnya, Soemitro, yang pakar di bidang ekonomi. “Tentu, kerangka upaya melindungi sumber daya alam Indonesia, dilakukan Prabowo dalam misi lawatannya ke berbagai negara,” tambahnya.

Kebetulan, imbuhnya, di tahun ini dan tahun lalu ada tantangan yang luar biasa. Hal tersebut mengharuskan presiden mau tak mau harus kerap bermuhibah ke negara manca. Karena saja Prabowo punya pengalaman practices di bidang strategy maka dari itu ia tidak lagi hanya mau lihat ini atau mau lihat itu di sana. "Soal ke luar negeri, beliau itu sudah puas sebelum jadi presiden sekalipun," ungkap Rektor Uniba ini lagi.

Mengapa satu negara bisa beberapa kali dalam satu tahun, contohnya Prancis, Isradi Zainal melihat bahwa untuk Prancis saja memang Prabowo 2 kali diundang dan 1 kali transit. "Jadi, tak ada masalah," tukas Isradi. "Dia bersahabat dengan Malaysia, dia bersahabat dengan perdana menteri, itu faktanya," simpul Deputi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam itu.

"Seorang pemimpin yang ingin menjadikan negara yang dipimpinnya hebat maka ia akan menempuh langkah-langkah guna menuju ke arah sana, termasuk dengan menata diplomasi bersama negara mitra di kancah internasional," ungkap Isradi. Isradi mengakui bahwa dirinya telah kerap berinteraksi dengan Prabowo dalam pelbagai kesempatan. “Baik sebelum dan sesudah menjadi presiden,” ulasnya.

Dua visi beliau termasuk Paradoks Indonesia yang tertuang di buku, itu termasuk yang dicermati Isradi, terutama di saat bertemu Prabowo, terakhir di istana negara ketika penyelenggaraan kegiatan Maklumat Guru Besar dan Para Rektor, beberapa waktu berselang. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar