Dibujuk Jadi Pelatih Timnas AMIN, Begini Respon Susi Pudjiastuti

Politik | 17 Nov 2023 | 17:21 WIB
Dibujuk Jadi Pelatih Timnas AMIN, Begini Respon Susi Pudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Uwrite.id - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti, tengah menjadi sorotan setelah namanya disebut-sebut berpeluang menjadi pelatih Timnas AMIN. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut-sebut menggodanya untuk bergabung dalam tim sukses Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Detik.com pada Jumat (17/11/23), Susi mengaku dirinya memang masih terus dibujuk agar bergabung ke timses.

"Dibujukin terus iya," kata Susi, Jumat (17/11/23).

Namun, kesibukan Susi tampaknya menjadi hambatan, karena saat ini ia fokus mengurus maskapai penerbangan pribadinya, Susi Air. Selain itu, tanggung jawab sebagai CEO dan kewajiban mengurusi cucu-cucunya turut memakan waktu dan perhatiannya.

"Sibuk urusin Susi Air. Sejak bulan ini saya jadi CEO lagi dan urus cucu-cucu," tambahnya.

Meski belum ada keputusan resmi dari Koalisi Perubahan mengenai pelatih Timnas AMIN, namun Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, sebelumnya mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Susi Pudjiastuti menjadi salah satu kandidat.

Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jazilul menyebut bahwa pelatih yang dipilih haruslah sosok yang memiliki senioritas.

"Saya pikir tidak cocok di situ lah, pelatih dong, yang bisa narik-narik kapten," kata Jazilul, Kamis (16/11/23). Jazilul menjawab apakah eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti dan Waketum NasDem Ahmad Ali sempat ditawari menjadi Kapten Timnas AMIN.

Jazilul juga menegaskan bahwa pengumuman resmi mengenai pelatih Timnas AMIN akan segera dilakukan.

"Mudah-mudahan, belum sampai ke situ nanti nunggu pengumuman resmi saja daripada nanti salah menyebut nama-nama. Yang jelas coach, pelatih, official itu memang orang-orang yang kira-kira kastanya lebih senior dari pemain," tutup Jazilul.

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar