Di Acara Kopdarnas, PSI Disebut Gagal Tunggangi Gibran

Politik | 24 Aug 2023 | 18:54 WIB
Di Acara Kopdarnas, PSI Disebut Gagal Tunggangi Gibran
Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Niji tampak berdialog dengan Gibran Rakabuming Raka di agenda Kopdarnas PSI baru-baru ini. (Istimewa)

Uwrite.id - Bakal calon legislatif dari PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gagal memanfaatkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (22/08) malam.

Menurut Guntur, PSI sejatinya mengundang Gibran bertujuan untuk menaikkan isu tertentu yang berkaitan dengan kepentingan politik PSI. Namun, kata Guntur, yang terjadi justru sebaliknya.

“Ilmu panggung politik sering disebut taktik tunggang-menunggangi, PSI undang Gibran ingin menunggangi Gibran untuk menaikkan isu tertentu. Gibran datang, tapi Gibran justru menunggangi panggung PSI untuk kampanye PDI Perjuangan,” kata Guntur melalui akun X pribadinya, @GunRomli pada Kamis (24/08).

Gibran, kata Guntur, berhasil keluar dari jebakan-jebakan PSI dan Budiman. Ia justru berbalik mengkampanyekan PDI Perjuangan di acara PSI.

“Gibran menyebut PDI Perjuangan memiliki kader-kader, anak-anak muda yang bagus-bagus, serta lolos dari “jebakan” Budiman Sudjatmiko soal “rumah sendiri” dan “rumah teman” sekaligus menyentil Budiman,” ujar Guntur.

Gibran juga menolak dicitrakan mendukung PSI dan tetap memilih PDI Perjuangan. Salah satunya menolak untuk memakai jaket PSI.

“Saat Grace Natalie Wakil Dewan Pembina menyebut Gibran PSI banget, Gibran merespons “tidak” dengan gerakan tangan dan menunjukkan simbol 🤟 angka 3 no urut PDI Perjuangan dan “Salam Metal” merah total, totalitas perjuangan,” jelas Guntur.

Selain itu, Guntur juga menyoroti sikap politik PSI di acara Kopdarnas yang membatalkan hasil Rembuk Rakyat yang mendukung Ganjar Pranowo-Yenny Wahid sebagai pasangan Capres-Cawapres 2024 pada Oktober 2022 lalu. Ia mempertanyakan bagaimana sikap PSI terkait Yenny Wahid yang sudah dideklarasikan sebagai Cawapres.

“PSI boleh kecewa pada Ganjar dan PDIP, tapi apa serius dukung Yenny Wahid? Kok enggak dibahas? Yang keluar malah ‘ojo kesusu’ ‘jomblo’ terus ada respon ‘non blok’ PSI hanya terus memanfaatkan Yenny Wahid,” kata Guntur. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar