Dewi Salsa Ariza, Sosok Rendah Hati yang Abdikan Diri di Klinik Darurat Bukit Tempurung

Tokoh | 27 Feb 2026 | 13:49 WIB
Dewi Salsa Ariza, Sosok Rendah Hati yang Abdikan Diri di Klinik Darurat Bukit Tempurung
Dewi Salsa Ariza menjadi gambaran bahwa solidaritas dan kepedulian sosial dapat datang dari siapa saja di tengah bencana banjir yang meluas.

Uwrite.id - Lintang Atas - Usai air bah dahsyat yang melanda wilayah Kota Aceh Tamiang, banyak sosok tak dikenal muncul sebagai penyelamat bagi mereka yang terdampak musibah itu. Rasa empati kemanusiaan terkadang tumbuh dari pengalaman sederhana. Itulah yang dialami Dewi Salsa Ariza, seorang sarjana hukum asal Kota Lintang Atas, yang memutuskan menjadi relawan di Klinik Darurat Bukit Tempurung, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Pada hari ketiga setelah banjir, Dewi Salsa secara sukarela menawarkan diri untuk membantu pelayanan di Klinik Darurat yang dibuka dr Yose Sp.BS. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Dewi sempat datang ke klinik tersebut untuk berobat dan melihat secara langsung kondisi pelayanan kesehatan yang serba terbatas.

“Saat itu saya melihat dr Yose bekerja hampir sendirian. Tenaga medis sangat kurang, sementara pasien yang datang cukup banyak. Dari situlah hati saya tergerak untuk ikut membantu,” ujarnya.

Meski berlatar belakang pendidikan hukum, Dewi tak ragu turun langsung membantu kebutuhan medis di klinik darurat tersebut. Ia membantu membereskan obat yang akan diberikan kepada pasien, mendampingi warga yang membutuhkan pertolongan.

Kehadiran Dewi Salsa menjadi energi tambahan bagi Klinik Darurat Bukit Tempurung yang selama masa tanggap darurat banjir terus dipadati warga terdampak. Perannya sebagai relawan dinilai sangat membantu, terutama dalam meringankan beban tenaga medis yang terbatas.

Dewi mengaku, keputusannya menjadi relawan adalah bentuk kepedulian kemanusiaan. Ia berharap, apa yang dilakukannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Ini bukan soal latar belakang pendidikan, tapi soal kemanusiaan. Selama kita bisa membantu, sekecil apa pun itu, saya rasa harus dilakukan,” katanya.

Kisah Dewi Salsa Ariza menjadi gambaran bahwa solidaritas dan kepedulian sosial dapat datang dari siapa saja. Di tengah bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang, kehadiran relawan seperti Dewi menjadi harapan dan penguat bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar