Desak Mundur! Rumah Netanyahu Kembali Dikepung Massa: Dia Bencana bagi Israel

Timur Tengah | 26 Nov 2023 | 19:20 WIB
Desak Mundur! Rumah Netanyahu Kembali Dikepung Massa: Dia Bencana bagi Israel

Uwrite.id - Sejumlah warga Israel kembali menggelar demonstrasi di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam aksi yang dilansir oleh Al Jazeera, warga menegaskan bahwa Netanyahu dianggap sebagai bencana bagi negara mereka. Poster-poster dengan beragam tulisan, termasuk "Bibi berbahaya, mundur lah sekarang," dan "Netanyahu adalah bencana terbesar bagi Israel," terlihat di antara massa.

Para demonstran juga membawa bendera Israel, namun, pasukan polisi Israel menghalangi mereka mendekati kediaman Netanyahu.

Fenomena serupa terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang turut menggelar aksi solidaritas dengan Palestina sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel.

Di London, ratusan ribu warga turun ke jalan menuntut gencatan senjata permanen antara Israel dan milisi Palestina, Hamas, pada Sabtu (25/11). Palestine Solidarity Campaign, lembaga non-pemerintah yang menginisiasi aksi ini, menyatakan partisipasi sekitar 300 ribu orang dalam demonstrasi tersebut.

Pemerintah Inggris merespons dengan mendeploy 1.500 petugas polisi untuk mengawasi jalannya aksi. Video dari Al Jazeera menunjukkan sebagian besar peserta membawa bendera Palestina dan spanduk bertuliskan "Pawai Nasional untuk Palestina, gencatan senjata permanen sekarang! Setop perang di Gaza."

Sementara itu, konflik di Jalur Gaza terus berlanjut, Israel masih melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 14.854 warga Palestina tewas, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 wanita, sebagai dampak dari eskalasi kekerasan yang berkepanjangan di wilayah tersebut.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar