Demokrasi di Circumstance Anak Muda, Dibayang-bayangi Transformasi Digital dan Perubahan Perilaku Akibat Perkembangan AI

Politik | 17 Nov 2023 | 15:19 WIB
Demokrasi di Circumstance Anak Muda, Dibayang-bayangi Transformasi Digital dan Perubahan Perilaku Akibat Perkembangan AI
Budiman Sudjatmiko, M. Phil., yang pernah menorehkan tugas demokrasi dengan bergerak di SMID dan bahkan memimpin PRD di era rezim Soeharto itu, menyitir tantangan-tantangan di era teknologi AI atau Kecerdasan Buatan dan Data.

Uwrite.id - Partai politik perlu masuk ke kampus, demikian disampaikan, Maman Abdurrahman, S.T. yang merupakan anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Barat I, yang pernah dibesarkan dalam suasana pergerakan kampus, di Trisakti.

Dalam pemaparan di Diskusi Publik "Demokrasi di Mata Anak Moeda" itu Maman terkesan di era dirinya saat menjadi aktivis pergerakan, sangat banyak tersedia ruang-ruang diskusi yang turut mengasah kepekaan dirinya sebagai aktivis. Ada diskusi Salemba, ada diskusi Utan Kayu, ada kajian Cikini dan sebagainya. Berbeda dengan saat ini, di mana ajang literasi wacana pergerakan itu telah berubah kini melalui diskusi berbasis sarana digital.

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko, M. Phil., yang pernah menorehkan tugas demokrasi dengan bergerak di SMID dan bahkan memimpin PRD di era rezim Soeharto itu, menyitir tantangan-tantangan di era teknologi AI atau Kecerdasan Buatan dan Data. Termasuk pula, ranah perangkat IT kuantitatif seperti Big Data dan Data Sciences.

Paradoks mengenai pekerjaan manusia yang selama ini dipikirkan oleh manusia itu berminggu-minggu kini diselesaikan secara singkat dalam hitungan menit dengan Chat GPT.

Budiman menyebutkan pula, di hari-hari prakondisi menuju pesta demokrasi 2024 tahun depan, alih-alih mengembangkan partisipasi politik kritis yang radikal, disinyalir sebagian besar anak muda justru lebih banyak terlibat dalam aktivitas pleasure dan memerankan diri sebagai konsumen aktif berbagai produk industri budaya. Memang, internet dan bentuk media baru, termasuk Web 2.0, memiliki karakter bebas kontrol, nondiskriminatif, dan mengatasi kendala ruang.

Namun, justru karena karakter itulah anak muda terbawa hasrat kesenangan semata. Di kalangan anak muda digital natives, aktivitas yang penuh dengan playful surfing pada gilirannya justru memicu rasa ingin tahu yang gamang, bahkan bukan tak mungkin melahirkan sikap yang apatis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perjuangan demokrasi.

Diskusi Publik ini diselenggarakan di gedung IASTH Universitas Indonesia, Jumat (17/11), Salemba dan menampilkan 6 orang narasumber. Audiens yang hadir, sekitar 120 orang lebih yang didominasi oleh kelompok muda kampus atau kalangan mahasiswa pascasarjana. (*)

 

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar