Demo Mahasiswa di Sejumlah Kota Menolak Kenaikan Harga BBM

Uwrite.id - Jakarta - Gelombang protes mahasiswa kembali pecah di sejumlah kota besar pada pekan ini buntut keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi. Di Jakarta, Yogyakarta, Makassar, hingga Malang, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan dengan membawa spanduk, bendera almamater, dan orasi bergantian.
Aksi yang awalnya berlangsung tertib itu memanas ketika massa mendesak masuk ke kawasan gedung DPRD dan kantor gubernur. Bentrok kecil dengan aparat pengamanan tak terhindarkan, ditandai dengan lemparan botol air mineral dan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Para mahasiswa menolak kenaikan BBM dengan alasan beban ekonomi rakyat kecil akan semakin berat. Menurut mereka, kenaikan harga BBM memicu efek domino ke harga pangan, transportasi, dan biaya pendidikan.
Koordinator aksi di Yogyakarta menyebut kebijakan ini “tidak berpihak pada mahasiswa dan pekerja yang upahnya tidak naik”. Sementara di Makassar, perwakilan BEM Universitas Hasanuddin menuntut pemerintah membuka data secara transparan terkait subsidi energi dan mencari alternatif selain menaikkan harga.
Tuntutan utama mereka: tunda kenaikan BBM dan perkuat pengawasan distribusi agar subsidi benar-benar sampai ke yang berhak.
Di sisi lain, aparat keamanan menyatakan sudah menyiapkan skenario pengamanan untuk menjaga aksi tetap kondusif dan mencegah anarkisme. Kepolisian mengimbau mahasiswa menyampaikan aspirasi sesuai koridor hukum dan tidak merusak fasilitas umum.
Di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Kamis (11/6/2026) sore suara klakson kendaraan bersahutan
Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan sebagai respons para pengendara terhadap poster bertuliskan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI".
Poster itu dibentangkan sejumlah mahasiswa di bundaran dalam kompleks kampus.
Aksi spontan itu kemudian viral setelah videonya beredar di berbagai platform media sosial.
Di Jakarta, ajakan solidaritas klakson ini datang dari selebaran-selebaran di kertas putih dengan tulisan kapital mencolok berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN CAPEK BAYAR PAJAK MAHAL.’
Ada juga mahasiswa yang membawa selembar kertas putih berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN SEBEL SAMA PRABOWO-GIBRAN.’
Beberapa pengendara motor, termasuk driver ojek online berjaket hijau, tampak memelankan laju kendaraannya untuk memperhatikan pesan yang dibentangkan oleh para mahasiswa.
Banyak pengendara juga membunyikan klakson untuk mendukung aksi mahasiswa tersebut.
Solidaritas Klakson di Demo BEM UI
Dalam aksi turun ke jalan tersebut, ada sebuah momen menarik di mana para mahasiswa mengajak masyarakat umum, khususnya pengguna jalan, untuk meluapkan rasa kesal mereka melalui bunyi klakson.
Pantauan di lokasi, suasana riuh sangat terasa di pinggir jalan MH Thamrin menuju arah bundaran Hotel Indonesia (HI) yang tengah dipadati oleh lalu lintas kendaraan pada Jumat (12/06) sore.
Di barisan terdepan, tampak seorang mahasiswa UI berkacamata tampil begitu vokal. Mahasiswa berambut ikal tersebut mengenakan kemeja abu-abu yang dibalut jaket almamater kuning khas Universitas Indonesia.
Hingga malam hari, beberapa titik aksi masih berlangsung dengan pengawalan ketat. Kenaikan BBM memang selalu menjadi isu sensitif yang menyentuh langsung daya beli masyarakat. Ke depan, dialog antara pemerintah, mahasiswa, dan kelompok sipil dinilai menjadi kunci agar kebijakan energi tetap adil tanpa memicu gejolak sosial yang lebih besar. (*)

Tulis Komentar