Dari Prediksi Hard Gumay, Ambruknya IHSG Hingga Ratup Komisi I DPR RI

Peristiwa | 01 Sep 2025 | 11:57 WIB
Dari Prediksi Hard Gumay, Ambruknya IHSG Hingga Ratup Komisi I DPR RI
Panasnya dunia politik di Indonesia saat ini nampaknya menjadi salah satu bagian dari ramalan Hard Gumay.

Uwrite.id - Jakarta - Pada tahun 2024, saat menjadi bintang tamu sebuah podcast, pria yang menolak disebut sebagai paranormal atau dukun tersebut menyebutkan bahwa akan terjadi demonstrasi besar-besaran di tahun 2025.

Ia menyebut bahwa akan adanya aksi besar-besaran yang cukup anarkis di tahun 2025

“Ada sosok yang memprovokasi jadi provokator, yang demo melakukan hal-hal anarkis, ini cukup besar nih terjadinya cukup besar dibanding (demo) 2019 kemarin cukup besar ini lebih besar,” ujar Hard Gumay di tayangan podcast Macan Idealis tahun lalu, dikutip Uwrite.id Senin (01/09).

“Bukan di tahun ini (2024), tahun depan (2025) belum di tahun ini,” tambahnya.

Hard Gumay juga menyebut akan adanya kudeta presiden yang direncanakan oleh sekelompok orang.

“Ada (percobaan) kudeta presiden, iya dia mencoba, ada orang yang mau mencoba untuk kudeta walaupun ujung-ujungnya enggak berhasil tapi dia sudah merencanakan itu,” ucap Gumay.

Namun pria asal Palembang itu mengatakan jika percobaan itu akan gagal dan tak akan berhasil.

“Gua mau sampaiin juga buat sosok yang memprovokatorin ini ya, percuma, percuma, yang ada, yang ada ini akan ngerugiin diri dia sendiri,” tegas Gumay.

Pada Presiden RI, Prabowo Subianto, Hard Gumay menyampaikan pesannya.

“Terutama untuk Bapak Prabowo, hati-hati,” pesan Gumay.

IHSG Ambruk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (1/9/2025) dengan pelemahan tajam.

IHSG dibuka anjlok 2,69% atau turun 210,39 poin ke level 7.620,10. Selang beberapa menit kemudian, pelemahan semakin dalam hingga menyentuh 3,52%.

Ratup Komisi I DPR

Sementara itu, Komisi I DPR menggelar Rapat Kerja Tertutup (Ratup) bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin; Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto; serta para kepala staf angkatan, Senin (01/09).

Agenda rapat yang tercantum dalam daftar kegiatan resmi DPR tertulis “Raker Komisi I dengan Menhan dan Panglima TNI beserta Para Kepala Staf.”

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, mengatakan, rapat dilaksanakan untuk membahas APBN 2026 yang belum rampung.

"Enggak (bahas situasi nasional). Ini kan APBN. APBN kan siklus. Siklus harus pas mekanismenya. Apa yang dibicarain ya belum tahu, kan dari sana," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.

Namun begitu, rapat kali ini disebut sekaligus membahas situasi Tanah Air yang sejak pekan lalu terjadi banyak aksi protes menolak kebijakan DPR mengenai kenaikan tunjangan dan gaya hidup mewah anggota dewan.

Di beberapa wilayah, massa melakukan aksi rusuh pembakaran fasilitas umum, penjarahan rumah pejabat hingga bentrokan dengan aparat keamanan.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menegaskan agar rakyat jangan mau diadu domba dan tetap menjaga persatuan nasional.

Di tengah kondisi tersebut, rapat tertutup Komisi I DPR dengan jajaran pertahanan dan TNI dinilai penting untuk membahas stabilitas keamanan nasional.

Serta langkah-langkah strategis yang perlu diambil negara dalam menghadapi dinamika sosial. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar