Dari Владивосток, Prabowo Usulkan Dagang Bebas RI-EAEU Mulai 2027

Uwrite.id - Владивосток - Langkah diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto di Rusia resmi ditutup pada Jumat dini hari, 4 September 2026. Pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan langsung disambut jajaran pejabat tinggi negara.
Kunjungan 3 hari ke Vladivostok itu meninggalkan sejumlah capaian. Salah satunya dorongan agar perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union bisa mulai berlaku awal 2027.
Gagasan itu disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Forum Ekonomi Timur ke-9 di Vladivostok, Kamis 3 September 2026. Forum bertema "The Far East: Development for the Benefit of People" ini juga dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tawarkan Peluang Saling Isi, Bukan Saling Saing
Di hadapan Putin, Prabowo memaparkan bahwa struktur ekonomi Indonesia dan Rusia justru tidak sama. Dan menurutnya, perbedaan itulah yang bisa jadi kekuatan.
"Perekonomian Indonesia dan Rusia bukanlah cerminan satu sama lain. Saya percaya justru karena itulah keduanya dapat saling melengkapi untuk bekerja sama," tegas Prabowo.
Ia merinci: Rusia kuat di gandum, pupuk, energi, serta sains dan rekayasa. Sementara Indonesia punya sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, ditambah akses pasar 680 juta penduduk ASEAN.
"Kekuatan satu kubu dapat menjawab kebutuhan kubu lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," lanjutnya.
Transaksi Bilateral Tembus Rp88 Triliun
Data yang disampaikan Prabowo menunjukkan perdagangan kedua negara tahun lalu mendekati US$5 miliar atau Rp88,28 triliun. Angka ini naik 21,7% dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan 2023, kenaikannya bahkan 33,7%.
"Pencapaian ini baru merupakan permulaan, bukan batas atas," kata Presiden.
Agar kerja sama makin kokoh, Prabowo juga menyoroti pentingnya relasi antar pelaku usaha. Ia menyebut Indonesia sebagai pintu masuk alami bagi dunia usaha Eurasia ke ASEAN, apalagi RI kini sudah masuk RCEP.
"Dan mungkin yang paling penting, hubungan yang lebih erat antara komunitas bisnis kedua negara. Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami menuju ASEAN," ujarnya.
Ia juga meminta anggota EAEU segera meratifikasi perjanjian dagang bebas. "Kami adalah pasar terbesar di kawasan ini dan merupakan pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dan kini menjadi mitra perdagangan bebas," tambahnya.
Soroti Konektivitas dan Sistem Keuangan Global
Selain ekonomi, Prabowo juga menyampaikan pidato strategis soal konektivitas Samudra Pasifik. Ia menyoroti fragmentasi sistem keuangan global yang dinilainya menghambat kerja sama antarnegara.
Visi ekonomi strategis itu disampaikan saat ia memenuhi undangan langsung dari Presiden Putin di EEF ke-11.
Sambutan Hangat Diaspora di Vladivostok
Sebelum forum dimulai, kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok, Rabu 2 September 2026, disambut meriah mahasiswa dan diaspora Indonesia. Bagi para pelajar di Rusia, ini jadi momen langka bisa bertemu langsung dan bersalaman dengan Kepala Negara.
Bagi pemerintah, momen itu juga penting untuk menjaga ikatan emosional dengan WNI di luar negeri. Di luar agenda bilateral, kehadiran Prabowo diharapkan jadi penguat diplomasi sekaligus jembatan dengan masyarakat Indonesia di perantauan.
Dengan rangkaian pertemuan di Vladivostok, Indonesia menegaskan posisinya sebagai aktor yang aktif membangun konektivitas di kawasan Eurasia dan Asia Pasifik. (*)

Tulis Komentar