Cak Imin Bersanding dengan Anies, Ini Analisis Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo

Politik | 02 Sep 2023 | 12:36 WIB
Cak Imin Bersanding dengan Anies, Ini Analisis Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo
Pengamat politik dari PARA Syndicate sekaligus Direktur Eksekutif, Ari Nurcahyo.

Uwrite.id - Peta politik di Pilpres 2024 berubah sejak Kamis malam (31/08). Persisnya kabar bahwa Anies Baswedan menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai kandidat cawapres.

Parpol-parpol yang semula berada dalam komposisi koalisi Anies Baswedan dan Prabowo Subianto terlihat bersikap, terutama di Partai Demokrat.

Meski begitu, Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo berpendapat, penentuan posisi cawapres tidak semata-mata karena faktor elektoral. Faktor elektabilitas hanya salah satu faktor untuk memenangkan pilpres 2024.

“Penentuan capres-cawapres untuk dapat memenangkan pilpres mendatang ditentukan oleh chemistry, saling melengkapi, dan logistik. Sehingga untuk dapat memenangkan capres dan cawapres harus dilihat secara utuh. Tidak sekedar elektoral sosok semata," ujar Ari Nurcahyo kepada wartawan, Jumat (01/09).

Baca Juga: Pakar Komunikasi Politik: Kehadiran PKB dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Tsmbahan Energi Besar

Ari menilai, masuknya Partai Golkar, PAN dan Partai Bulan Bintang (PBB) di poros Prabowo membuat daya tawar Cak Imin menjadi cawapres makin berkurang di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) atau Koalisi Indonesia Maju, sekarang.

Sebelum masuknya PAN dan Golkar di Koalisi Indonesia Maju, Partai Gerindra sangat bergantung kepada PKB. Karena untuk dapat mengusung Prabowo menjadi capres, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan parpol lain. Kini pasca Partai Golkar dan PAN bergabung, Ari melihat posisi PKB sangat terjepit.

Kemarin ketika Koalisi Indonesia Maju masih berupa KKIR dan terdiri atas Partai Gerindra dan PKB, permintaan PKB untuk menjadikan Cak Imin menjadi bacawapres Prabowo tidak direspons dengan jelas. Apalagi saat ini saat PAN bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju dan mengajukan Erick Thohir yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai cawapres.

"Cawapres yang diusung Partai Golkar dan PAN justru memiliki ruang yang lebih besar. Jika kompensasi tidak didapatkan, terdapat kemungkinan PKB membuka peluang tawaran bergabung dengan poros lainnya," ujarnya.

Di tempat lain, PKB menggelar rapat pleno di DPW PKB Jawa Timur (Jatim) Jumat (01/09) sore. Rapat pleno itu digelar secara tertutup membahas lamaran NasDem terkait Cak Imin sebagai pendamping Anies Baswedan di Pemilu 2024.

Pukul 17.27, Sekjen DPP PKB M Hasanuddin Wahid mengatakan, pihaknya resmi menerima pinangan NasDem untuk Cak Imin menjadi bakal cawapres Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Siap kami terima lamaran atau tawaran dari Partai NasDem. Kami menerima tawaran itu dengan baik. Artinya siap mendampingi Anies Baswedan pada 2024," terang Hasanuddin.

Dia menegaskan bahwa hal itu sudah diputuskan bersama dengan para kiai NU, Majelis Syura, hingga internal PKB. "Budal Gus (Cak Imin)," tambahnya.

Saat ditanya mengapa rapat pleno digelar di Surabaya, Hasanuddin menyampaikan bahwa Surabaya menjadi kandangnya PKB. Jadi, lanjut dia, wajar jika rapat pleno digelar di Surabaya.

Partai NasDem mengirimkan pinangannya kepada PKB pada 31 Juli 2023. Menawarkan Cak Imin untuk menjadi pendamping Anies Baswedan sebagai bakal calon wakil presiden 2024. (*)
 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar