Cadangan Beras RI Aman Sampai Tahun Depan: Bulog Teken Kontrak Impor Beras 1 Juta Ton dari 4 Negara

Ekonomi | 03 Nov 2023 | 19:30 WIB
Cadangan Beras RI Aman Sampai Tahun Depan: Bulog Teken Kontrak Impor Beras 1 Juta Ton dari 4 Negara
Proses bongkar muat beras impor asal Kamboja di Gudang Bulog Randu Garut, Semarang, Kamis (2/11/23). (Foto: Solopos.com)

Uwrite.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) telah meneken kontrak impor beras sebesar 1 juta ton sebagai bagian dari kuota tambahan penugasan sebanyak 1,5 juta ton dari empat negara. Keempat negara tersebut meliputi Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.

Menurut Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, penambahan kuota ini bertujuan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah hingga tahun 2024. Bulog berkomitmen untuk melakukan impor beras dari negara mana pun yang memenuhi persyaratan dan memungkinkan.

"Saat ini kami sudah kontrak dengan beberapa negara yang produksinya masih melimpah, seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. Selanjutnya kami juga akan menjajaki impor beras dari India, Kamboja, dan negara lain yang memenuhi persyaratan," kata Suyamto, seperti dilaporkan oleh Antara, Jum'at, (3/11/23)..

Suyamto juga menegaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Bulog sangat aman hingga tahun depan melalui tambahan penugasan impor sebanyak 1,5 juta ton. Saat ini, Bulog menguasai stok beras sebanyak 1,45 juta ton, dan dengan tambahan penugasan ini, jumlahnya akan semakin kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga beras.

"Walaupun pemerintah memberikan tambahan kuota penugasan impor kepada Perum Bulog sebanyak 1,5 juta ton, namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran di dalam negeri," tambah Suyamto.

Perum Bulog juga aktif memantau harga beras saat ini. Kenaikan harga beras yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, baik eksternal maupun internal, seperti dampak El Nino dan situasi dalam negeri yang memasuki musim tanam.

Suyamto menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah melalui Bulog telah menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau, meskipun ada sedikit kenaikan harga di pasaran. Mereka terus memantau situasi ini untuk memastikan ketersediaan beras tetap terkendali.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah melalui Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” kata Suyamto.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar