Bursa Calon Kapolri Baru: 7 Nama Perwira Tinggi Polri dengan Kans Terkuat

Uwrite.id - Jakarta - Proses pemilihan calon kapolri baru mulai menghangat. Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut masuk dalam bursa kandidat untuk menggantikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Nama-nama itu berasal dari berbagai matra penugasan, mulai dari bidang reserse, intelijen hingga pembinaan.
Sumber internal Mabes Polri menyebut terdapat 7 nama yang paling sering muncul dalam pembahasan internal maupun di publik. Ketujuh perwira ini memiliki rekam jejak panjang dan pernah menduduki jabatan strategis di lingkungan Polri.
Nama pertama yang masuk bursa adalah Jend. Kehormatan Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pria kelahiran 1967 ini dikenal sebagai perwira reserse dengan pengalaman menangani kasus besar. Sebelumnya ia pernah menjadi Kabareskrim Polri. Agus Andrianto ini bisa saja tiba-tiba dipilih untuk menduduki Kapolri, dengan catatan ia diaktifkan kembali menjadi anggota Polri aktif, kendati telah purnawirawan sebelumnya.
Berikutnya ada Komisaris Jenderal Polisi Dr. Drs. Fadil Imran, M.Si. Ia kini menjabat sebagai AstamaOps Kapolri. Fadil Imran dikenal publik saat menjabat Kapolda Metro Jaya. Ia juga pernah menjadi Kapolda Jawa Timur dan memiliki citra kuat di bidang penanganan persuasif aksi massa.
Nama ketiga adalah Komjen. Pol. (Purn) Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si. Ia saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian. Kariernya banyak dihabiskan di bidang pembinaan dan operasional. Dofiri pernah menjabat Kapolda Jawa Barat dan dianggap memiliki pengalaman manajerial yang luas. Sama seperti kans Agus Andrianto. Kendati telah selesai karir di Polri sebagai perwira aktif, namun jika presiden berkehendak sesuai hak prerogatifnya Dofiri bisa menjadi perwira aktif Polri sebelum kemudian ditetapkan menjadi Kapolri baru pilihan presiden.
Keempat, ada Komjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. Ia menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Perwira bintang tiga ini memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen. Wahyu pernah menjadi Kapolda Aceh, Kapolda Gorontalo dan dikenal dekat dengan isu keamanan nasional.
Nama kelima adalah Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Ia kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Sandi dianggap mewakili generasi perwira muda. Ia pernah menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat dan memiliki pengalaman di bidang penerangan serta media.
Keenam, muncul nama Irjen. Pol. Karyoto, S.I.K., M.H. Ia saat ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Karyoto sebelumnya dikenal sebagai penyidik KPK yang ditarik ke Polri. Ia memiliki reputasi kuat dalam pemberantasan korupsi dan penanganan kasus besar.
Terakhir, ada Komjen. Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., S.H., M.Si. Ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Asep dikenal sebagai perwira yang fokus pada bidang Sumber Daya Manusia dan pembinaan personel. Ia pernah menjabat Kapolres Cirebon Kota dan memiliki pengalaman di berbagai wilayah.
Dari ketujuh nama tersebut, 3 di antaranya berpangkat Komjen Pol dan 4 lainnya berpangkat Irjen Pol. Perbedaan pangkat ini menjadi salah satu pertimbangan, mengingat jabatan Kapolri mensyaratkan pangkat jenderal bintang empat.
Para pengamat kepolisian menilai, bursa calon Kapolri kali ini cukup terbuka. Tidak ada satu nama yang dominan. Faktor senioritas, rekam jejak, hingga kedekatan dengan Presiden menjadi pertimbangan utama dalam penentuan.
Selain itu, isu pemberantasan korupsi, penanganan kejahatan siber, dan penguatan pelayanan publik juga menjadi sorotan. Karena itu, figur yang dipilih diharapkan mampu menjawab tantangan Polri ke depan.
Kementerian PAN-RB dan DPR juga akan dilibatkan dalam proses uji kelayakan dan kepatutan. Proses ini bertujuan memastikan calon yang diajukan memiliki integritas dan kapasitas memadai.
Hingga kini, Presiden belum mengumumkan siapa yang akan diajukan ke DPR sebagai calon tunggal Kapolri. Namun nama-nama di atas dipastikan akan terus menjadi sorotan hingga keputusan resmi diumumkan.
Publik pun menantikan siapa di antara 7 perwira ini yang akan memimpin Korps Bhayangkara dalam 4 tahun ke depan. Penunjukan Kapolri baru akan menjadi penentu arah kebijakan Polri di tengah dinamika keamanan nasional. (*)

Tulis Komentar