Bursa Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti Terkuat dengan Skor 81, Muliaman Hadad 75, Thomas Djiwandono 45

Uwrite.id - Jakarta - Calon Gubernur Bank Indonesia menjadi sorotan publik menjelang akhir masa jabatan Gubernur BI saat ini. Pemerintah tengah mematangkan nama-nama yang akan diajukan ke DPR untuk uji kelayakan dan kepatutan.
Dalam pemetaan kompetensi yang beredar, tiga nama muncul paling kuat. Mereka adalah Destry Damayanti, Muliaman Hadad, dan Thomas Djiwandono. Penilaian dilakukan berdasarkan pengalaman moneter, fiskal, internasional, dan rekam jejak kebijakan.
Hasilnya, Destry Damayanti menempati posisi teratas dengan skor 81. Angka ini dianggap mencerminkan kelengkapan pengalaman Destry di Bank Indonesia dan kementerian keuangan.
Muliaman Hadad berada di posisi kedua dengan skor 75. Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK ini memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan dan ekonomi makro.
Thomas Djiwandono berada di posisi ketiga dengan skor 45. Wakil Menteri Keuangan ini dinilai memiliki kapasitas fiskal, namun pengalaman di bidang moneter masih terbatas.
Skor Destry tertinggi karena ia saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019. Ia juga perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut sepanjang sejarah BI.
Sebelum menjadi Deputi Gubernur Senior, Destry pernah menjabat Deputi Gubernur BI bidang makroprudensial periode 2013-2018. Pengalaman ini membuatnya memahami stabilitas sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral.
Rekam jejak fiskal Destry juga kuat. Ia pernah menjabat Wakil Menteri Keuangan pada 2000-2001 di era Kabinet Persatuan Nasional. Kombinasi fiskal dan moneter ini jarang dimiliki kandidat lain.
Di level internasional, Destry pernah bertugas sebagai Direktur Eksekutif di IMF mewakili kelompok negara Asia Tenggara. Pengalaman ini penting karena BI banyak berinteraksi dengan lembaga multilateral dan pasar global.
Sisi akademis Destry juga menjadi nilai tambah. Ia pernah menjadi peneliti di CSIS dan mengajar di berbagai universitas. Hal ini menunjukkan kapasitasnya dalam merumuskan kebijakan berbasis riset.
Sementara itu, Muliaman Hadad memiliki keunggulan di bidang regulasi dan pengawasan. Sebagai mantan Ketua OJK 2013-2017, ia terbiasa berkoordinasi dengan BI dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
Namun skor Muliaman 75 dinilai sedikit di bawah Destry karena minim pengalaman langsung di kebijakan moneter dan operasi pasar terbuka yang menjadi tugas utama BI.
Untuk Thomas Djiwandono, skor 45 mencerminkan bahwa ia lebih kuat di sisi fiskal dan APBN. Sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia banyak terlibat dalam penyusunan kebijakan anggaran dan pembiayaan negara.
Kekurangan pengalaman Thomas di bank sentral membuat ia perlu waktu adaptasi lebih panjang jika terpilih menjadi Gubernur BI. Tantangan suku bunga, nilai tukar, dan inflasi menuntut pemahaman teknis moneter yang mendalam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan Presiden Prabowo menginginkan figur yang independen, berintegritas, dan paham tantangan ekonomi global maupun domestik.
Dengan skor 81, Destry Damayanti dinilai paling siap untuk melanjutkan dan memperkuat arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden dan persetujuan DPR. (*)

Tulis Komentar