BPS Catat Ekspor Nonmigas ke AS Naik 5,97 Persen di Tengah Tantangan Global

Peristiwa | 02 Apr 2026 | 06:05 WIB
BPS Catat Ekspor Nonmigas ke AS Naik 5,97 Persen di Tengah Tantangan Global
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: CNN Indonesia)

Uwrite.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Secara tahunan, ekspor nonmigas ke negara tersebut tumbuh sebesar 5,97 persen di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal ketahanan sektor ekspor Indonesia, khususnya pada komoditas berbasis industri manufaktur.

“Pada Februari 2026, ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencatat kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya yang meningkat 8,88 persen secara tahunan,” ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4).

Di tengah capaian tersebut, aspek pajak perdagangan internasional juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Kebijakan tarif, bea masuk, serta berbagai instrumen pajak ekspor-impor baik dari pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat turut memengaruhi daya saing produk nasional di pasar global.

Stabilitas dan kepastian kebijakan pajak perdagangan dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan tren ekspor. Insentif fiskal seperti pembebasan atau pengurangan bea keluar untuk produk tertentu, serta kemudahan administrasi ekspor dapat mendorong pelaku industri memperluas pasar.

Di sisi lain, kebijakan proteksi perdagangan di negara tujuan ekspor berpotensi menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penguatan kebijakan perdagangan dan diplomasi ekonomi menjadi langkah strategis untuk menjaga akses pasar Indonesia tetap terbuka dan kompetitif.

BPS mencatat, kelompok mesin dan perlengkapan elektrik memberikan kontribusi sebesar 15,87 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat yang mencapai US$2,49 miliar. Komoditas ini menjadi salah satu tulang punggung ekspor nasional seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk berbasis teknologi.

Data BPS: Ekspor Indonesia ke Israel Tembus USD 140,57 Juta, Lampaui Ekspor Ke Palestina

Selain itu, peningkatan signifikan juga terjadi pada ekspor produk berbasis energi terbarukan, khususnya sel surya (fotovoltaik). Ekspor sel surya dalam bentuk modul atau panel tercatat tumbuh 27,85 persen, sementara produk yang belum dirakit melonjak lebih tinggi hingga 84,74 persen secara tahunan.

Menurut Amalia, tren ini mencerminkan peluang strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi terbarukan. Permintaan terhadap produk energi bersih yang terus meningkat membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok penting di pasar internasional.

“Peningkatan ekspor sel surya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung agenda transisi energi global, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor nasional,” jelasnya.

Tarif 32%, Tetap Tenang, Ujar Prabowo, Dirinya Siap Rundingkan bersama Trump

Lebih lanjut, BPS mencatat sejumlah komoditas dengan surplus terbesar dalam perdagangan ke Amerika Serikat. Di antaranya adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) sebesar US$716,4 juta, alas kaki (HS 64) sebesar US$446,9 juta, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) sebesar US$426,4 juta.

Kinerja positif ini dinilai tidak lepas dari adaptasi pelaku industri dalam menghadapi perubahan pasar global, termasuk diversifikasi produk dan peningkatan kualitas. Namun demikian, tantangan ke depan masih cukup besar, mulai dari fluktuasi permintaan global, perubahan kebijakan perdagangan internasional, hingga persaingan dengan negara lain.

Ke depan, sinergi antara kebijakan industri, perdagangan, dan perpajakan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekspor. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya mendorong ekspor, tetapi juga memperkuat struktur industri dalam negeri agar lebih berdaya saing.

Dengan kombinasi antara peluang pasar global, dukungan kebijakan yang tepat, serta peningkatan kapasitas industri nasional, ekspor nonmigas Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar