BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute Perkuat Kompetensi Pekebun Aceh Singkil Lewat Field Trip

Pendidikan | 31 Jul 2026 | 10:34 WIB
BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute Perkuat Kompetensi Pekebun Aceh Singkil Lewat Field Trip
Keterangan Foto: Peserta field trip bersama narasumber di Kebun Plasma Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia, Aceh Singkil. [Verdant Bioscoence]

Uwrite.id - Singkil - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute bersinergi menguatkan kompetensi pekebun sawit di Aceh Singkil.

Program penguatan kapasitas itu dikemas dalam kegiatan field trip di Kebun Plasma Verdant Bioscience milik PT Timbang Deli Indonesia, Senin 28 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan dan pelatihan pekebun sawit yang dibiayai dana BPDP. Tujuannya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun rakyat.

Aceh Singkil merupakan salah satu sentra sawit rakyat di Aceh. Luas kebun sawit rakyat di wilayah ini mencapai puluhan ribu hektare dengan jumlah pekebun ribuan KK.

Namun produktivitas masih di bawah rata-rata nasional. Penyebabnya antara lain keterbatasan akses teknologi, pembinaan, dan penerapan Good Agricultural Practices GAP.

"Melalui field trip ini kami ingin pekebun melihat langsung praktik terbaik di lapangan. Bukan hanya teori di kelas," ujar perwakilan Ditjenbun.

PT Timbang Deli Indonesia dipilih sebagai lokasi karena memiliki kebun plasma yang menerapkan praktik budidaya berkelanjutan. Salah satunya melalui anak usahanya Verdant Bioscience.

Di lokasi ini peserta melihat langsung teknik pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, sampai pengolahan limbah. Semua mengacu pada prinsip ISPO.

Manajemen PT Timbang Deli juga memaparkan sistem kemitraan plasma yang sudah berjalan. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan, hingga penjaminan pembelian TBS.

BPDP berperan sebagai penyedia dana pelatihan. Sementara PT Koompasia Enviro Institute menjadi lembaga pelaksana yang menyusun kurikulum dan mendampingi pekebun.

Direktur PT Koompasia Enviro Institute mengatakan, metode field trip dipilih agar materi lebih mudah dipahami pekebun. "Belajar sambil praktik di kebun itu paling efektif," katanya.

Peserta juga diberi modul tentang sertifikasi ISPO untuk pekebun. Termasuk cara pencatatan kebun, manajemen keuangan kelompok, dan akses pembiayaan.

Materi utama dalam field trip ini meliputi 4 hal. Pertama, pemilihan bibit unggul dan pembibitan. Kedua, pemupukan dan pemeliharaan tanaman.

Ketiga, panen dan pasca panen untuk menjaga kualitas TBS. Keempat, aspek legalitas lahan dan administrasi untuk mendukung sertifikasi.

Selain itu peserta juga diajak diskusi tentang tantangan harga TBS, kelembagaan koperasi, dan akses ke pabrik.

Ditjenbun berharap setelah pelatihan ini produktivitas kebun rakyat Aceh Singkil bisa naik minimal 20 persen dalam 2 tahun.

BPDP juga menargetkan lebih banyak pekebun mendapat sertifikat ISPO. Karena ke depan akses pasar ekspor akan semakin ketat soal keberlanjutan.

"Kami ingin pekebun tidak hanya jadi penonton. Tapi jadi pelaku utama sawit berkelanjutan," ujar perwakilan BPDP.

Pihak perusahaan menyambut baik. PT Timbang Deli menyatakan siap membuka kebunnya sebagai kebun percontohan bagi pekebun sekitar.

Salah satu peserta, ketua kelompok tani dari Kecamatan Singkil Utara, mengaku banyak mendapat ilmu baru. "Ternyata pemupukan harus sesuai umur dan kondisi tanah. Selama ini kami masih pakai kira-kira," ujarnya.

Dengan kolaborasi BPDP, Ditjenbun, Koompasia, dan perusahaan, diharapkan model seperti ini bisa direplikasi di daerah sentra sawit rakyat lainnya.

Langkah ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan 2,5 juta pekebun sawit rakyat di seluruh Indonesia. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar