Bom Ledak Bersuara Keras di Blitar, Menggelegar Dahsyat, Warga Sekitar Kaget

Uwrite.id - Blitar - Suasana mencekam sempat menyelimuti warga di sekitar Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat 10/07. Tim Jibom Brimob Polda Jatim Mako Kediri akhirnya melakukan pemusnahan terhadap satu buah bom jenis aircraft peninggalan Perang Dunia II yang sebelumnya ditemukan di Kota Blitar.
Bom tersebut sebelumnya dievakuasi dari Sungai Lahar Jalan Manggar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Karena dinilai berbahaya, pihak kepolisian memutuskan untuk memusnahkannya di lokasi yang jauh dari permukiman warga.
Proses disposal dilakukan di bantaran Kali Bladak, sebuah area yang secara geografis lebih aman dan minim aktivitas warga. Pemilihan lokasi itu menjadi pertimbangan utama agar tidak menimbulkan korban.
"Untuk bom jenis aircraft yang telah dievakuasi kemarin sudah dilakukan disposal atau pemusnahan oleh tim Jibom Polda Jatim dengan personel Polres Blitar Kota. Disposal dilakukan siang tadi, dan berjalan lancar," terang Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, Jumat (10/07).
Menurut Samsul, seluruh prosedur pemusnahan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan bahan peledak. Tim Jibom terlebih dahulu melakukan sterilisasi area sebelum melakukan peledakan terkendali.
Warga di radius beberapa kilometer sebelumnya sudah diimbau untuk tidak mendekat ke lokasi. Garis polisi juga dipasang sejauh 500 meter dari titik disposal sebagai langkah pengamanan.
Meski dilakukan di area terbuka dan jauh dari pemukiman, dampak ledakan tetap terasa. Getaran dari ledakan bom aircraft itu dilaporkan dirasakan warga hingga jarak 5 kilometer dari titik pemusnahan.
Beberapa warga di Kecamatan Nglegok dan sebagian wilayah Kota Blitar mengaku merasakan guncangan ringan. Ada juga yang mendengar suara dentuman keras yang memecah siang hari.
"Saya kira ada gempa. Ternyata setelah dicek itu suara ledakan bom dari arah Nglegok," kata salah satu warga Desa Kemirikebo, Nglegok.
Tim Jibom sengaja memilih waktu siang hari untuk disposal. Dengan cahaya yang terang, proses pemantauan dan pengamanan bisa dilakukan lebih maksimal.
Bom aircraft yang dimusnahkan itu merupakan jenis bom udara yang biasa dijatuhkan dari pesawat tempur pada masa Perang Dunia II. Kondisinya sudah berkarat dan rawan meledak jika tidak segera ditangani.
Awalnya bom ditemukan oleh warga yang sedang membersihkan Sungai Lahar di Jalan Manggar. Melihat bentuknya mencurigakan, warga langsung melapor ke pihak kepolisian setempat.
Setelah menerima laporan, Polres Blitar Kota langsung berkoordinasi dengan Tim Jibom Brimob Polda Jatim. Tim kemudian melakukan identifikasi dan evakuasi pada Kamis 09/07.
Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan kendaraan khusus. Rute yang dilalui juga sudah dipetakan agar tidak melewati pusat keramaian.
AKP Samsul menegaskan, pemusnahan di Kali Bladak adalah pilihan terbaik. Wilayah tersebut merupakan area aliran lahar yang jauh dari rumah warga dan memiliki kontur tanah yang bisa meredam ledakan.
Selama proses disposal, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat dialihkan sementara.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD berjaga di sejumlah titik.
Proses peledakan hanya berlangsung beberapa detik. Namun dentumannya terdengar cukup keras dan menimbulkan kepulan asap putih kehitaman.
Setelah ledakan, tim kembali melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih aktif. Hasilnya, area dinyatakan sudah aman. Pihak kepolisian mengapresiasi kecepatan warga dalam melapor. Menurut Samsul, laporan cepat sangat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami imbau masyarakat apabila menemukan benda mencurigakan seperti ini jangan disentuh atau dipindah. Segera hubungi pihak berwajib agar bisa ditangani tim ahli," ujarnya.
Penemuan bom peninggalan perang memang bukan kali pertama terjadi di Blitar dan wilayah sekitarnya. Beberapa kali warga menemukan munisi atau sisa peperangan saat menggali tanah atau membersihkan sungai.
Dengan telah dilakukannya disposal, situasi di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar kembali kondusif. Warga diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini. (*)

Tulis Komentar