Bimbel Gratis PGMI IAI Miftahul Ulum Tingkatkan Calistung 39 Anak di Surau Baitul Jannah

Pendidikan | 15 Oct 2026 | 11:05 WIB
Bimbel Gratis PGMI IAI Miftahul Ulum Tingkatkan Calistung 39 Anak di Surau Baitul Jannah
Kebersamaan dosen, mahasiswa PGMI IAI Miftahul Ulum, dan anak-anak dalam kegiatan bimbel gratis untuk meningkatkan kemampuan calistung

Uwrite.id - TANJUNGPINANG – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam (IAI) Miftahul Ulum Tanjungpinang telah menuntaskan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis di Surau Baitul Jannah, Perumahan Griya Lestari, Tanjungpinang. Kegiatan yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini diikuti 39 anak dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Bimbel dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 09.00–11.00 WIB dalam 15 kali pertemuan. Kegiatan dipimpin Hairunnisa, M.Pd. selaku ketua pelaksana, bersama lima dosen PGMI lainnya, yaitu Muhammad Nur, M.Pd.I, Dr. Saripuddin, M.Pd.I, Dr. Siti Mariyah, M.Pd.I, Sri Winarti, M.Pd.I, dan Mega Riyawati, M.Pd. Para dosen dibantu puluhan mahasiswa PGMI yang bertugas sebagai pengajar.

Program ini dilatarbelakangi kondisi Perumahan Griya Lestari yang dihuni banyak keluarga muda dengan anak usia sekolah. Banyak orang tua yang bekerja memiliki waktu terbatas untuk mendampingi anak belajar di rumah, sehingga anak kurang mendapat pengulangan materi di luar jam sekolah. Peserta bimbel terdiri dari anak yang belum sekolah dan PAUD sebanyak 6 anak, siswa kelas 1 SD sebanyak 6 anak, kelas 2 sebanyak 5 anak, kelas 3 sebanyak 3 anak, kelas 4 sebanyak 7 anak, kelas 5 sebanyak 5 anak, dan kelas 6 sebanyak 7 anak.

Untuk kelas rendah, pembelajaran difokuskan pada keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Siswa kelas tinggi mendapat pendampingan pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Seluruh peserta juga memperoleh pembelajaran nilai keislaman, seperti kisah nabi, hafalan doa, rukun iman dan rukun Islam, serta pembiasaan akhlak mulia.

Tim pelaksana menggunakan pendekatan Service Learning dengan metode yang menyenangkan dan interaktif, antara lain permainan edukatif, lagu, alat peraga, diskusi kelompok kecil, dan kuis. Setiap sesi dibuka dengan pemanasan ringan dan ditutup dengan refleksi serta doa bersama. Perkembangan anak dilaporkan secara berkala kepada orang tua melalui grup WhatsApp, yang juga dimanfaatkan untuk membagikan tips pendampingan belajar di rumah.

Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pada ketiga aspek keterampilan dasar. Nilai membaca naik dari kisaran 60–67 menjadi 82–88, nilai menulis dari kisaran 63–68 menjadi 84–90, dan nilai berhitung dari kisaran 60–64 menjadi 83–89. Menurut laporan kegiatan, tidak ada satu pun peserta yang mengalami penurunan nilai. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan, dan sebagian di antaranya naik lebih dari 20 poin. Selain capaian akademik, anak-anak terlihat lebih antusias, aktif bertanya, dan percaya diri. Orang tua pun melaporkan minat baca dan berhitung anak di rumah meningkat.

Dukungan Orang Tua dan Takmir

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan orang tua, takmir Surau Baitul Jannah, dan warga Perumahan Griya Lestari. Surau yang selama ini menjadi tempat ibadah kini juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran masyarakat. “Program ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, komitmen yang kuat, dan kolaborasi yang solid, pendidikan berkualitas dapat dihadirkan di tengah masyarakat, bahkan di lingkungan non-formal seperti surau,” demikian kesimpulan dalam laporan kegiatan tersebut.

Bagi mahasiswa dan dosen, kegiatan ini menjadi sarana mempraktikkan ilmu keguruan secara langsung sekaligus mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat. Kegiatan ini didanai oleh IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang dan iuran dosen PGMI, serta mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Rektor IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Dra. Hj. Mardhiah, M.M.

Ke depan, tim pelaksana merekomendasikan agar bimbel dilanjutkan dengan melibatkan takmir dan relawan muda setempat. Tim juga mengusulkan perluasan program ke surau atau masjid lain di Tanjungpinang, workshop parenting bagi orang tua, pengembangan media pembelajaran, serta kemitraan dengan sekolah dasar di sekitar perumahan. Modul pembelajaran dan alat bantu juga diserahkan kepada takmir untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar