Berlangganan iCloud: Harga Murah bisa Dipasang di Android

Uwrite.id - Ketika saya memutuskan berlangganan iCloud untuk menyimpan data secara online, jujur saya mendapat banyak keuntungan. Apalagi saya sebagai pengguna Android beberapa tahun belakangan. Keuntungan yang paling saya rasakan adalah tidak lagi pusing dengan sistem pencadangan di WhatsApp yang kerap membengkak. Meski sistem tersebut bisa dijalankan dengan berkala otomatis, tapi tetap saja itu membuat saya risau.
Beberapa teman mengusulkan agar saya menggunakan dua akun gDrive. Satu gDrive untuk menyimpan data. Satu gDrive lagi untuk pencadangan pesan. Namun, saya tidak tertarik dengan usulan itu. Memiliki dua akun di aplikasi yang sama menurut saya rawan lupa dengan kata sandi. Jadi, saya tetap bersikukuh untuk menggunakan iCloud. Meski banyak juga teman mengatakan iCloud itu ribet. Hal itu tidak jadi soal untuk saya.
Ketertarikan saya terhadap iCloud semakin memuncak sebab beberapa hal. Di antaranya bila saya berpindah laptop atau komputer tidak repot-repot untuk keluar akun (sign out) jika saya sedang tergesa-gesa. Saya kerap melakukan hal tersebut yang sebagian orang menganggap itu hal ceroboh. Setahu saya dengan menutup aplikasi Chrome, atau Mozilla, atau Safari, secara otomatis iCloud menganggap saya keluar dan tidak menggunakan aplikasi tersebut saat itu.
Seperti yang sudah saya katakan di atas tadi. Saya pengguna Android beberapa tahun terakhir. Awalnya saya merasakan kesulitan beradaptasi saat pindah haluan dari iPhone ke Android, sebab tidak saya temukan aplikasi iCloud di Playstore. Apalagi beberapa data saya tersimpan di iCloud.
Hingga pada suatu saat, saya mencoba untuk membuka aplikasi Chrome kemudian iseng saya pilih titik tiga di pojok atas kanan lalu saya mencari fitur tambahkan ke layar utama. Saya memilih fitur itu, dan yang terjadi muncul logo iCloud di Android saya. Saya kira itu pencapaian yang sangat revolusioner. Saya senang sekali akhirnya saya bisa menggunakan iCloud di Android saya.
Saya menulis ini tidak dalam rangka menjatuhkan kedigdayaan gDrive. Tentu hal itu yang sangat naif dan berlebihan. Saya hanya ingin mengatakan di iCloud minim promo. Hal ini mungkin bertolak belakang, sebab promo atau diskon harga berlangganan justru yang paling sering ditunggu. Artinya dengan adanya diskon harga pengguna bisa berhemat. Dalam hal ini saya kurang sependapat. Untuk urusan menyimpan data online saya sangat selektif dalam berlangganan. Saya tidak mau perihal murahnya harga promo membuat saya harus kuatir tiga bulan, atau enam bulan, atau satu tahun ke depan mengusik pikiran saya. Kalau memang sudah harga segitu ya sudah. Konsisten saja. Dan saya sebagai pelanggan yang suatu saat lupa atau kebetulan belum ada anggaran di aplikasi Dana untuk membayar sebab harga reguler jauh lebih mahal dari harga promo. Saya tidak pusing dengan mendapat notifikasi "Paket promo berlangganan Anda telah berakhir. Segera lakukan backup data. Kapasitas akun Anda akan diturunkan kembali ke batas gratis." Sedang untuk backup data membutuhkan kuota paket internet yang tidak sedikit.
Harga berlangganan di iCloud menurut saya juga masih masuk akal. 50 GB: Rp15.000 per bulan. Mirip seperti sebungkus harga rokok yang saya konsumsi. Dengan besaran harga seperti itu, saya cukup menganggarkan rupiah senilai tersebut di akun aplikasi Dana milik saya. Saya tidak lagi pusing harus bayar bulanan sebab akan terpotong otomatis setiap bulannya. Bila saya ingin pindah paket berlangganan juga cukup mudah. Tinggal ganti di iCloud 200 GB: Rp49.000 per bulan. Saya membandingkan harga berlangganan di iCloud dan gDrive memang ada selisih, tapi itu tidak banyak. Malah untuk besaran kuota penyimpanan iCloud jauh lebih besar daripada gDrive. Perbedaan dalam hal ini tentu sangat mencolok.
Pada akhirnya sampai sekarang saya masih setia menggunakan iCloud. Selain harganya murah di dukung kapasitas penyimpanan yang cukup besar. Harga promo boleh menggoda, tapi saya tidak bergeming. Saya pernah di posisi tergiur promo besar-besaran. Dan ketika promo tersebut habis masanya. Saya harus kembali ke kapasitas batas gratis. Tapi ruang penyimpanan backup data saya tidak cukup. Di situ saya merasa kehilangan banyak data. Meski bukan data penting, tapi yang namanya kehilangan data adalah sesuatu yang sangat menyebalkan pula menyakitkan.

Tulis Komentar