Beri Stressing pada Gugurnya 3 Anggota TNI Peacekeeping Force, Said Abdullah Serukan agar Hapuskan Impunitas Israel

Timur Tengah | 03 Apr 2026 | 20:42 WIB
Beri Stressing pada Gugurnya 3 Anggota TNI Peacekeeping Force, Said Abdullah Serukan agar Hapuskan Impunitas Israel
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan serangan yang disebut sebagai bagian dari rangkaian insiden terhadap pasukan dan fasilitas PBB.

Uwrite.id - Jakarta - Insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai lima lainnya dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon memicu seruan agar komunitas internasional mengambil langkah tegas terhadap Israel. 

Para prajurit TNI yang gugur dan terluka tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan serangan yang disebut sebagai bagian dari rangkaian insiden terhadap pasukan dan fasilitas PBB di Lebanon dinilai menunjukkan adanya impunitas.

"Tragedi berulang yang dilakukan Israel ini seolah mendapatkan impunitas," kata Said Abdullah dalam keterangannya, dikutip Jumat (03/04).

Said mendorong agar dugaan pelanggaran yang dilakukan Israel dibawa ke ranah hukum internasional. Dia menilai tindakan tersebut berpotensi memenuhi sejumlah kategori pelanggaran berat dalam Statuta Roma, termasuk genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, serta agresi.

Selain itu, ia juga menuntut adanya pertanggungjawaban langsung atas insiden yang menimpa prajurit Indonesia, termasuk pengakuan resmi dan mekanisme hukum melalui ICC.

Seruan juga diarahkan pada langkah diplomatik yang lebih luas. Said mengusulkan agar negara-negara dunia mempertimbangkan pembatasan atau pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.

Beberapa negara Eropa disebut telah mengambil langkah awal, seperti penarikan duta besar dan pembatasan kerja sama militer. Upaya ini dinilai sebagai bentuk tekanan internasional agar Israel mematuhi hukum global.

Ia juga menyinggung keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2025 yang mendukung solusi dua negara antara Palestina dan Israel. Dukungan mayoritas anggota disebut sebagai dasar bagi implementasi konkrit oleh Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan PBB.

Menurutnya, realisasi solusi tersebut penting untuk meredakan konflik berkepanjangan di wilayah Timur Tengah.

"Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia, menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang dengan Israel," tambahnya.

Insiden terhadap pasukan penjaga perdamaian, termasuk korban dari Indonesia, dinilai dapat memperkuat tekanan publik global terhadap Israel. Sentimen internasional, termasuk di media sosial, disebut terus meningkat seiring eskalasi konflik di kawasan tersebut.

"Rakyat Israel harus menuntut pemerintahnya melakukan hal ini, atau mereka akan semakin dikucilkan dunia. Apalagi media sosial sentimen terhadap Israel dan Yahudi semakin meluas," pungkasnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar