Berharap Keringanan, Luhut Akan ke China Nego Bunga Utang Untuk Kereta Cepat

Politik | 04 Apr 2023 | 09:02 WIB
Berharap Keringanan, Luhut Akan ke China Nego Bunga Utang Untuk Kereta Cepat

Uwrite.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, akan melakukan negosiasi dengan China Development Bank (CDB) terkait pinjaman bunga proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada pekan ini. 

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan negosiasi akan dilakukan untuk meringankan bunga utang menjadi 2 persen. 

"(Utang CDB) Belum, minggu ini tim Pak Luhut, Dirut KAI, Dirut KCIC kan ke China untuk negosiasi final mengenai pricing, belum selesai, interest suku bunga. Kita lagi nawar 2 persen, tapi belum tahu dapatnya berapa," kata Tiko kepada wartawan, usai rapat bersama DPR di gedung parlemen, Jakarta, Senin (3/4/2023). 

Indonesia membutuhkan dana sebesar Rp18,2 triliun untuk menambal pembengkakannya proyek kereta cepat, dengan 75 persen dari jumlah itu akan dipenuhi dari pinjaman. Oleh karena itu, Indonesia mengajukan pinjaman 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,3 triliun (asumsi kurs Rp 15.000 per dollar AS) ke CDB, namun meminta dengan bunga yang ringan. 

Tadinya, BUMN WIKA dan KAI yang harus menanggung beban biaya itu sebagai pemimpin konsorsium Indonesia.

Tapi karena keuangan keduanya sedang terdampak pandemi, pendanaannya dialihkan ke pemerintah lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022, sebesar Rp3,2 triliun. 

"Porsi ekuitas 25 persen itu memang (dari) PMN, tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena Covid-19, KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya," ucap Tiko. 

Selebihnya atau 25 persen, menjadi tanggung jawab konsorsium Indonesia di KCIC yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. KCJB ditargetkan beroperasi pada Agustus 2023 dan saat ini progres konstruksinya telah mencapai 86 persen.

Sebagai informasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung tadinya ditargetkan beroperasi pada Juni atau Juli 2023. Namun, Luhut menyebut proyek itu baru bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2023.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri peresmian penyelesaian pemasangan rel KCJB di Stasiun KCJB Halim, Jakarta Timur, Jumat (31/3/2023).

"Jadi, ekosistem yang dimau oleh presiden itu, kita harapkan nanti bulan Agustus tanggal 18 akan diresmikan oleh presiden," ucap Luhut seperti dikutip dari Antara. 

Terdapat total sebanyak 304 kilometer (km) rel yang telah terpasang meliputi jalur ganda seluruh trase KCJB sejauh 142,3 km, rel di empat stasiun KCJB, dan Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Proses peletakan rel atau track laying memakan waktu 12 bulan sejak dimulai pada 20 April 2022.

Pekerjaan dilakukan menggunakan mesin track laying yang pertama kali ada di Indonesia. Mesin itu mampu memasang rel hingga sepanjang 5 km per hari, lebih cepat jika dibandingkan dengan pemasangan rel secara manual.

Rel yang dipasang adalah rel dengan spesifikasi khusus untuk kereta api cepat, yaitu rel tipe R60 sepanjang 500 meter yang disambungkan dengan metode flash butt welding.

Dengan metode tersebut, sambungan antar rel akan terasa mulus sehingga perjalanan KCJB semakin nyaman karena minim guncangan.

Sementara, Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, progres konstruksi KCJB saat ini telah mencapai 86 persen sesuai hasil verifikasi para konsultan.

Saat ini, pembangunan stasiun yang sebagian besar sudah di atas 90 persen akan terus dikebut menjelang operasional KCJB.

Kemudian, akan dilakukan fine adjustment sambil paralel listrik aliran atas juga akan terpasang seluruhnya.

Pada 1 Mei 2023 ditargetkan akan dilakukan comissioning test dan paralel diajukan sertifikasi laik operasinya oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kami terus mempersiapkan KCJB dan memastikan agar nantinya seluruh penumpang merasa aman dan nyaman. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar persiapan jelang operasional KCJB ini dapat berjalan dengan lancar," katanya. 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar