Benarkah Air Fryer Menyebabkan Kanker? Begini Faktanya!

Uwrite.id - Air fryer sering jadi andalan di dapur karena dianggap lebih praktis dan ramah untuk gaya hidup sehat. Dengan alat ini, kamu bisa menikmati makanan renyah tanpa harus bergelimang minyak. Tapi di balik popularitasnya, muncul satu isu yang cukup bikin ragu: air fryer menyebabkan kanker. Isu ini membuat sebagian orang ragu sebelum memakai atau bahkan membelinya.
Keraguan tersebut wajar, apalagi air fryer bekerja dengan suhu tinggi yang sering dikaitkan dengan risiko tertentu pada makanan. Supaya kamu tidak menebak-nebak atau termakan kabar yang belum tentu benar, mari bahas faktanya secara jernih agar kamu lebih yakin sebelum membeli perangkat elektronik ini.
Benarkah Air Fryer Menyebabkan Kanker?
Kekhawatiran seputar air fryer umumnya berkaitan dengan proses memasak bersuhu tinggi yang berpotensi membentuk akrilamida. Zat ini bisa muncul ketika gula alami dan asam amino asparagin dalam makanan bereaksi akibat panas berlebih. Akrilamida memang kerap dibahas dalam isu kesehatan karena dikaitkan dengan risiko tertentu.
Sejumlah laporan, termasuk yang diulas Times of India, menyebutkan bahwa kadar akrilamida tinggi dapat memicu kanker pada hewan percobaan. Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang memastikan efek karsinogeniknya pada manusia, sehingga isu air fryer menyebabkan kanker belum dapat dibuktikan. Penelitian lanjutan masih diperlukan.
Sementara itu, Very Well Health mencatat bahwa metode menggoreng dengan minyak banyak justru menghasilkan akrilamida paling tinggi. Pada praktiknya, air fryer memakai minyak dalam jumlah jauh lebih sedikit dibanding penggorengan konvensional.
Kondisi ini membantu menekan pembentukan akrilamida sekaligus mengurangi risiko penggunaan minyak yang dipanaskan berulang kali. Jika digunakan dengan cara yang tepat dan suhu terkontrol, air fryer justru bisa menjadi pilihan memasak yang lebih aman untuk kamu gunakan sehari-hari.
Agar Penggunaan Air Fryer Aman dari Zat Berbahaya
Agar penggunaan air fryer tetap aman, kamu bisa menerapkan beberapa langkah sederhana untuk menekan risiko terbentuknya zat berbahaya saat memasak. Berikut beberapa tips saat menggunakan air fryer untuk membantu meminimalkan paparan zat beracun:
Pertama, pilih material yang aman. Gunakan air fryer berbahan baja tahan karat, kaca, atau keramik. Hindari lapisan yang mengandung PFOA, PTFE, phthalates, dan BPA karena berisiko melepaskan zat kimia saat terkena panas tinggi.
Kedua, atur suhu memasak dengan tepat. Usahakan memasak di bawah 170 derajat Celsius untuk membantu menekan pembentukan akrilamida. Suhu yang terlalu tinggi berpotensi memicu senyawa yang kurang baik bagi kesehatan.
Ketiga, perhatikan durasi memasak. Jangan memasak terlalu lama hingga makanan gosong atau terbakar. Waktu yang lebih singkat dengan suhu terkontrol membantu menjaga kualitas makanan.
Keempat, rutin membersihkan air fryer. Pastikan sisa makanan dan minyak tidak menumpuk di dalam alat. Kebersihan yang terjaga mencegah terbentuknya zat berbahaya saat air fryer digunakan kembali.
Masak Lebih Sehat dengan Air Fryer Berkualitas
Jika digunakan dengan cara yang tepat dan didukung produk berkualitas, air fryer menawarkan metode memasak yang lebih ringan dengan penggunaan minyak minimal. Nutrisi alami makanan pun relatif lebih terjaga dibanding teknik menggoreng konvensional.
Dengan pemahaman yang benar, isu air fryer menyebabkan kanker bisa disikapi secara rasional, bukan sekadar berdasarkan kekhawatiran. Pilih air fryer yang aman dan sesuai kebutuhan agar kamu bisa memasak lebih tenang dan sehat.***
Referensi:
- https://www.verywellhealth.com/can-air-fryers-cause-cancer-5082537
- https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/can-air-fryers-give-you-cancer-harvard-doctor-explains/articleshow/119538587.cms
- https://gurlgonegreen.com/2024/08/22/non-toxic-air-fryer/
- https://geepas.co.uk/blogs/recipes-advice-for-healthy-living/the-health-benefits-of-cooking-with-an-air-fryer

Tulis Komentar