Beber Gerakan Penundaan Pemilu Saat Jokowi ke Luar Negeri, Denny Indrayana Sebut Akan Ada Sidang Istimewa MPR

Politik | 06 Jun 2023 | 14:30 WIB
Beber Gerakan Penundaan Pemilu Saat Jokowi ke Luar Negeri, Denny Indrayana Sebut Akan Ada Sidang Istimewa MPR
Denny Indrayana. (Twitter Denny Indrayana)

Uwrite.id - Uwrite.id — Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana membocorkan upaya gerakan penundaan pemilu oleh rezim saat ini.

Denny Indrayana menyebut Menko Polhukam Mahfud MD telah didatangi politisi senior terkait eksekusi penundaan pemilu.

“Dalam konten youtube yang diunggah Refly Harun itu, saya katakan ada gerakan serius untuk menunda pemilu. Salah satunya ada politisi senior yang datang ke Prof. Mahfud mengatakan sudah siap dan tinggal eksekusi soal penundaan pemilu,” kata Denny Indrayana dalam keterangannya, Selasa, (6/6/2023).

Kata Denny, upaya penundaan pemilu dilakukan melalui Sidang Istimewa MPR. MPR akan melakukan sidang istimewa saat Presiden Joko Widodo sedang berada di luar negeri.

“Rencananya saat Presiden Jokowi di luar negeri, maka diadakan sidang istimewa MPR yang menunda pemilu dan memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi,” jelas Mantan Wamenkumham ini.

Menurutnya, Mahfud MD telah tegas menolak penundaan pemilu dan itu berdasarkan perintah presiden.

“Atas rencana tersebut, Prof. Mahfud tegas menyatakan, ‘Presiden Jokowi tidak pernah berbicara penundaan pemilu. Perintah kepada saya adalah melaksanakan pemilu tepat waktu’,” lanjutnya meniru ucapan Mahfud.

Denny melihat gerakan penundaan pemilu itu serius dilakukan. Dia mengklaim, dirinya dan Mahfud sepakat untuk menggagalkannya.

Pasalnya kata Stafsus Presiden era SBY ini, kalau pemilu tidak dilaksanakan tepat waktu, maka sangatlah berbahaya bagi demokrasi dan ketertiban di tanah air.

“Itu pula sebabnya saya menulis surat terbuka kepada Ketum Megawati Soekarnoputri, karena PDI Perjuangan punya kekuatan dan terus konsisten menolak tiga periode jabatan presiden dan penundaan pemilu,” tandasnya. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar