BBWS Citanduy Tangani Tanggul Jebol Pamarican, Perbaikan Darurat Dikebut

Peristiwa | 19 Feb 2026 | 01:04 WIB
BBWS Citanduy Tangani Tanggul Jebol Pamarican, Perbaikan Darurat Dikebut
BBWS Citanduy kerahkan sejumlah alat berat untuk perbaikan tanggul Sungai Citalahab yang jebol. (Foto:Istimewa)

Uwrite.id - Penanganan tanggul jebol di wilayah Pamarican, Kabupaten Ciamis, terus dikebut. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melakukan langkah darurat di titik kerusakan yang berada di Desa Sukahurip dan Desa Bangunsari, Rabu (18/2/2026), menyusul peningkatan debit sungai akibat hujan deras dan kiriman air dari daerah hulu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA 3 BBWS Citanduy, Ijang Agus N, melalui Pelaksana Teknis OP SDA 3, Ali Kadapi, mengatakan kerusakan terjadi pada tanggul Cintalahab yang beririsan langsung dengan badan jalan warga sehingga berdampak pada dua sisi sekaligus, yakni perlindungan sungai dan akses jalan.

“Yang terputus itu tanggul dan sebagian badan jalan. Jadi penanganannya kami bagi dua. Untuk jalan dilakukan pemasangan bolder, sedangkan untuk tanggul dilakukan pemancangan glugu sebagai penguat sementara,” ujar Ali di lokasi.

Total panjang kerusakan tanggul dilaporkan mencapai sekitar 25 meter. Sebelumnya, sepanjang 18 meter telah lebih dulu ditangani menggunakan geobag. Namun pada 16 Februari, debit air kembali meningkat akibat intensitas hujan tinggi, termasuk kiriman dari wilayah hulu seperti Sidamulih, sehingga bagian tanggul yang belum terikat sempurna kembali terdampak dan sebagian material terbawa arus.

Saat ini, sekitar 25 meter sisa kerusakan masih dalam tahap penanganan dengan pemancangan glugu kelapa setinggi enam meter sebagai struktur penahan awal. Untuk memperkuat konstruksi, tim menerapkan kombinasi pemasangan bronjong di alur sungai, glugu kelapa, geobag, dan bolder guna menahan gerusan serta menstabilkan badan jalan.

“Kami bekerja maksimal, bahkan sampai malam. Penanganan bencana tidak bisa ditunda. Prinsip kami cepat, cepat, dan cepat, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan,” kata Ali.

Ia menambahkan, progres pekerjaan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan tinggi debit air. Pekerjaan tetap berjalan saat hujan turun dengan debit rendah, namun akan dihentikan sementara jika terjadi kenaikan debit signifikan demi keselamatan pekerja.

Selain tanggul, akses jalan di sekitar lokasi juga sempat terdampak dan mengalami amblas saat dilintasi dump truck pengangkut material. Karena itu, alat berat terus dikerahkan untuk menjaga kelancaran distribusi material dan percepatan perbaikan.

Penanganan darurat ini menjadi bagian dari mitigasi risiko banjir di wilayah Kecamatan Pamarican, terutama pada puncak musim hujan dengan potensi peningkatan debit sungai.***

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar