BBWS Citanduy Bersama Pemkot Banjar Membuat Ribuan Lubang Biopori

Lingkungan Hidup | 13 Nov 2023 | 20:46 WIB
BBWS Citanduy Bersama Pemkot Banjar Membuat Ribuan Lubang Biopori
BBWS Citanduy bersama Pemkot Banjar melaksanakan gerakan penanaman biopori. Foto/DokpropimKotaBanjar

Uwrite.id - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bersama Pemerintah Daerah Kota Banjar sukses melaksanakan gerakan penanaman lubang biopori di Lapangan Golf BBWS Citanduy pada Senin, 13 November 2023.

Kepala BBWS Citanduy, Elroy Koyari, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan biopori yang digalakkan oleh Kementerian PUPR dengan target penanaman 100.000 lubang biopori di seluruh Indonesia, dimulai sejak pencanangan Hari Air Dunia pada 3 Maret 2023.

Ia mengatakan, BBWS Citanduy dalam gerakan ini, telah berhasil mencapai target awalnya dengan membuat 2.245 lubang biopori secara simbolis di berbagai lokasi.

"Termasuk Bendung Manganti, Lapang Golf BBWS Citanduy, Lapas Kota Banjar, SMA 3 Kota Banjar, SD 1 Binangun, SD 2 Karangpanimbal, Desa Tarisi, Desa Ciganjeng, KPS Ciganjeng, KPS Pedal Gas, KPS Citanduy Kita, dan KPS Cisumur," ungkapnya.

Elroy menjelaskan, manfaat dari penanaman lubang biopori tidak hanya dalam meminimalisir banjir dengan mengurangi genangan, tetapi juga dalam menyimpan cadangan air di dalam tanah.

"BBWS Citanduy diberi tanggung jawab membuat 2.090 lubang biopori, sampai hari ini telah tertanam sebanyak 2.245 dengan diameter lubang 10 cm dan kedalaman satu meter yang tersebar diseluruh Wilayah kerja BBWS Citanduy," jelasnya.

Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas upaya bersama antara Pemerintah Kota Banjar dan BBWS Citanduy dalam meningkatkan pertanian melalui pasokan air bagi para petani di wilayah tersebut.

Nana Suryana juga menyebutkan bahwa masyarakat Desa Raharja telah merasakan manfaatnya dengan dipenuhinya kebutuhan air untuk persawahan, dan berharap usulan pembuatan embung di wilayah Mulyasari dapat segera direalisasikan.

Pembangunan embung tersebut, menurut Wakil Wali Kota Banjar akan memberikan dampak positif pada pengairan lahan hingga 80 hektar.

"Saya berharap sinergi ini dapat terus terjalin, dalam upaya kita bersama untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembuatan 2.245 biopori oleh BBWS Citanduy merupakan langkah positif dalam upaya mencintai bumi dengan memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan cadangan air dan produksi pupuk kompos untuk pertanian.

"Dengan biopori juga menjadi upaya untuk mengendalikan banjir dengan memasukan air kedalam tanah. Selain itu, dalam pipa biopori juga dimasukan dedaunan, sehingga akan menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk pertanian," ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kalapas Kota Banjar, Kasdim 0613 Ciamis, Danramil Kota Banjar serta seluruh jajaran BBWS Citanduy.

Mengoptimalkan Keseimbangan Lingkungan dengan Lubang Biopori

Lubang biopori, sebuah solusi sederhana namun efektif dalam mengelola air dan limbah organik, telah menjadi pilihan yang ramah lingkungan.

Lubang-lubang vertikal berdiameter 10 hingga 30 cm ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran resapan air, tetapi juga berperan dalam menimbun limbah organik dengan bantuan biota tanah seperti cacing, semut, dan akar tanaman.

Manfaat Lubang Resapan Biopori

Lubang resapan biopori memiliki bentuk silindris yang tegak lurus, menjauh dari permukaan air tanah dangkal.

Fungsi utamanya adalah mencegah genangan air dengan meningkatkan daya resap tanah.

Selain itu, lubang ini berperan sebagai tempat penimbunan limbah organik. Dengan diameter yang bervariasi, lubang biopori menjadi tempat ideal untuk memanfaatkan sisa-sisa organik.

Prinsip Kerja yang Sederhana

Prinsip kerja lubang biopori sangat sederhana. Lubang tersebut diisi dengan sampah organik yang akan menjadi sumber daya bagi biota tanah.

Cacing, semut, dan akar tanaman merespon dengan membentuk rongga-rongga di dalam tanah, yang dikenal sebagai biopori.

Proses ini meningkatkan permeabilitas tanah dan mengurangi risiko genangan air.

Keunggulan sebagai Solusi Ramah Lingkungan

Lubang biopori, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan, menonjol sebagai solusi ramah lingkungan.

Proses pembuatannya tidak memerlukan biaya besar, dan lebih penting lagi, tidak melibatkan penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan.

Dengan memanfaatkan biota tanah dan prinsip alamiah, lubang biopori memberikan kontribusi positif terhadap keseimbangan ekosistem tanah.

Mendorong Praktik Berkelanjutan

Penerapan lubang biopori dapat menjadi model praktik berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh masyarakat.

Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air dan limbah organik, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Lubang biopori tidak hanya sebuah lubang dalam tanah; ini adalah terobosan sederhana untuk meningkatkan keseimbangan alam dan mendukung keberlanjutan planet kita.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar