Banjir Dua Kali Sepekan di Pamarican Ciamis, 295 Rumah Terendam Akibat Tanggul Sungai Jebol

Uwrite.id - Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah tanggul Sungai Citalahab jebol untuk kedua kalinya dalam rentang sepekan. Sedikitnya 295 rumah dan ratusan hektare lahan pertanian terdampak luapan air.
Laporan resmi per Selasa (17/2/2026) pukul 09.00 WIB menyebutkan, kejadian dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu sungai yang menyebabkan tanggul jebol dan aliran sungai meluap ke permukiman serta area persawahan.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani dalam laporannya menjelaskan, banjir pertama terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu hujan lebat mengguyur wilayah hulu Sungai Citalahab yang berada dalam kewenangan .
“Akibatnya tanggul Sungai Citalahab di Desa Sukahurip jebol dan air meluap ke area pesawahan serta permukiman warga,” demikian keterangan laporan BPBD.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Luapan sungai kembali menjebol tanggul yang sebelumnya sedang dalam penanganan sementara, sehingga merendam kembali sejumlah wilayah permukiman dan lahan pertanian.
Dua Desa Terdampak
Wilayah terdampak berada di Kecamatan , meliputi Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip.
Di Desa Bangunsari, tepatnya Dusun Kubangpari, tercatat 260 rumah milik 282 kepala keluarga atau 831 jiwa terendam banjir dengan tinggi muka air awal sekitar satu meter. Sekitar 200 hektare sawah dengan usia tanam sekitar 80 hari ikut terdampak genangan.
Sementara di Desa Sukahurip, banjir merendam sedikitnya 35 rumah yang tersebar di Dusun Sambungjaya dan Dusun Kertajaya. Selain itu, tanggul sungai dilaporkan jebol dengan lebar sekitar 18 meter dan tinggi enam meter. Dampak lain mencakup kerusakan jalan desa penghubung Bangunsari–Sukahurip, kolam dan kebun sekitar lima hektare, serta sawah 30 hektare yang dilaporkan gagal tanam.
Sebanyak 164 warga sempat mengungsi di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif di Desa Bangunsari. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Air Mulai Surut, Warga Kembali
BPBD melaporkan kondisi mutakhir genangan sudah mulai surut. Sekitar pukul 23.00 WIB, sebagian warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Kerugian material hingga kini masih dalam proses kaji cepat oleh petugas di lapangan.
BPBD Ciamis menyebutkan penanganan darurat dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Damkar, Tagana, aparat desa, dan relawan. Tim melakukan evakuasi, pembersihan rumah terdampak, serta pendataan lanjutan.
Logistik kedaruratan juga telah disalurkan kepada warga terdampak oleh pemerintah daerah. Dalam laporan disebutkan bantuan didistribusikan atas arahan Bupati bersama dinas sosial setempat.
Di sisi lain, BBWS Citanduy telah menurunkan alat berat untuk menutup darurat tanggul yang jebol. Penanganan lanjutan dan pembersihan lumpur dijadwalkan berlangsung hari ini.
BPBD menegaskan kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan kembali tanggul Sungai Citalahab agar kejadian serupa tidak kembali berulang.***

Tulis Komentar