Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Resmi Dibuka Kembali, 7 Bandara Lain Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik

Peristiwa | 08 Sep 2026 | 06:26 WIB
Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Resmi Dibuka Kembali, 7 Bandara Lain Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik
Presiden Prabowo Subianto (tengah), Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kanan) dan Seskab Teddy Indra Wijaya (kiri) Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam dipantau daring dari Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Uwrite.id - Jakarta - Kementerian Perhubungan mengumumkan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan telah kembali beroperasi mulai pagi ini, Senin 7 September 2026. Keputusan pembukaan disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.

Sudah Tidak Terdampak Abu Vulkanik

Pembukaan Bandara Atung Bungsu dilakukan setelah Kemenhub melakukan evaluasi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Per pagi ini kami telah membuka kembali bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Bapak Presiden. Karena dari hasil evaluasi kami bahwa Atung Bungsu sudah tidak terdampak lagi dengan abu vulkanik," kata Dudy dalam ratas tersebut.

Sebelumnya, Bandara Atung Bungsu termasuk dalam 8 bandara yang ditutup sementara untuk menjamin keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

7 Bandara Lain Masih Ditutup dan Dievaluasi

Selain Atung Bungsu, 7 bandara lain yang sebelumnya ditutup masih belum diizinkan beroperasi. Ketujuh bandara itu masih dalam tahap evaluasi intensif oleh Kemenhub, BMKG, dan otoritas terkait.

Berikut daftar bandara yang masih ditutup:
1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta  
3. Bandara Raden Inten II, Lampung
4. Bandara Budiarto, Tangerang
5. Bandara Husein Sastranegara
6. Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat
7. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan

Sebaran Abu Vulkanik Masih Terpantau
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 7 September 2026 pukul 12.30 WIB, sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada ketinggian 15.000 kaki. Awan abu bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots dan intensitas tetap.

Sementara itu, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) memperkirakan sebaran abu vulkanik masih akan terjadi hingga Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 06.10 WIB.

Kemenhub Lakukan "Paper Test" Sebelum Buka Bandara Besar

Untuk memastikan keamanan, Kemenhub masih terus melakukan uji "paper test volcanic ash" di sejumlah bandara terdampak. Tes ini bertujuan mendeteksi ada atau tidaknya partikel abu vulkanik di permukaan landasan.

Di Bandara Soekarno-Hatta misalnya, dari empat kali pengujian yang dilakukan, Kemenhub tidak menemukan adanya persebaran abu vulkanik. Namun demikian, bandara tersibuk di Indonesia itu belum dibuka.

"Kami ingin memastikan betul mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin yang semula bergerak ke arah timur dari barat, kemudian bergerak ke arah timur. Kami ingin memastikan lagi Bapak Presiden sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau," jelas Dudy.

Kehati-hatian ekstra ini dilakukan karena perubahan arah angin dapat dengan cepat membawa kembali abu vulkanik ke area bandara. Kemenhub menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama sebelum mengambil keputusan pembukaan bandara-bandara besar lainnya.

Pihak Kemenhub akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan VAAC untuk memantau perkembangan sebaran abu dan segera mengumumkan pembukaan bandara lanjutan jika sudah dinyatakan aman. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar