Balai Kaswargan Dibuka di Jantung Sayidan, Upaya Hidupkan Seni, Budaya, dan Wisata Berbasis Warga

Uwrite.id - Yogakarta – Kampung Sayidan, yang berada di tepian Sungai Code, kini memiliki ruang baru yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Yayasan Ulating Blencong Yogyakarta resmi memperkenalkan Balai Kaswargan melalui prosesi Syukuran Wiwitan di kawasan Kastil Gotik Sayidan, Rabu (22/7/2026).
Kehadiran Balai Kaswargan menjadi bagian dari inisiatif keluarga Haryono, pendiri Museum Ullen Sentalu, untuk memperkuat pelestarian budaya Jawa sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan seni, edukasi, dan pariwisata berbasis komunitas.
Ketua Yayasan Ulating Blencong Yogyakarta, KPH Samuel Johny Haryono Wedyadiningrat, mengatakan Balai Kaswargan lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat, seniman, budayawan, hingga generasi muda.
"Balai Kaswargan kami harapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menyatukan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi seni, budaya, dan wisata di Kampung Sayidan," ujarnya saat acara peresmian.

Menurut Samuel, pembangunan balai tersebut merupakan bentuk penghormatan keluarga Haryono terhadap kampung halaman mereka. Semangat yang selama ini diwujudkan melalui Museum Ullen Sentalu kini diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai pelestarian budaya akan lebih bermakna jika masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap kegiatan, bukan hanya sebagai penonton.
Pentaskan Serimpi Sayidan untuk Pertama Kalinya
Peresmian Balai Kaswargan juga menjadi momentum lahirnya Tari Serimpi Sayidan, yang ditampilkan untuk pertama kalinya di hadapan masyarakat dan tamu undangan.
Karya tari tersebut merupakan pengembangan dari perjalanan panjang Bedhaya Ullen Sentalu, sebuah karya seni yang telah dirintis sejak 2001 bersama kalangan keraton, akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan komposer Wahyu Santoso Prabowo.
Pementasan itu menjadi simbol komitmen Yayasan Ulating Blencong dalam merawat tradisi sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi seniman lokal.
Rangkaian peresmian kemudian dilanjutkan dengan pagelaran Bedhaya Ullen Sentalu di Pelataran Tawang Turgo, Museum Ullen Sentalu, Kaliurang, Kamis (23/7/2026). Pertunjukan tersebut menjadi penghubung antara perjalanan Museum Ullen Sentalu dengan lahirnya Balai Kaswargan sebagai pusat kebudayaan baru di Kota Yogyakarta.

Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Candra Putra, menilai kehadiran Balai Kaswargan tidak hanya memperkaya ruang budaya di Kota Yogyakarta, tetapi juga membuka peluang berkembangnya ekonomi kreatif masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara yayasan dan warga dapat melahirkan berbagai agenda budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.
"Balai Kaswargan berpotensi menjadi destinasi budaya yang memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kampung Sayidan," katanya.
Ke depan, Balai Kaswargan direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni, pelatihan, diskusi budaya, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, ruang budaya ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas Kampung Sayidan sebagai kawasan kreatif berbasis warisan budaya.(Any)

Tulis Komentar