Bahaya Jalur Medan-Berastagi: Minim Infrastruktur Keselamatan

Peristiwa | 18 Jul 2026 | 14:52 WIB
Bahaya Jalur Medan-Berastagi: Minim Infrastruktur Keselamatan
Kendaraan yang ringsek akibat peristiwa kecelakaan di ruas Sibolangit-Berastagi yang menyebabkan kehilangan 5 nyawa. (*)

Uwrite.id - Greenhill - Jalur Medan–Berastagi di kawasan Sibolangit, yang merupakan arteri wisata utama di Sumatera Utara, dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Minimnya infrastruktur keselamatan menjadi perhatian serius di tengah tingginya volume kendaraan setiap akhir pekan.

Minim Infrastruktur Keselamatan

Berdasarkan hasil pemantauan, jalur tersebut belum dilengkapi dengan runaway truck ramp, weighting station, serta penerangan jalan yang memadai. Kondisi ini dinilai berisiko mengingat kontur jalan yang menurun dan curam dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi.

“Dengan karakteristik jalan yang demikian, kendaraan dengan muatan berat seperti air mineral dalam galon saja berpotensi menimbulkan kecelakaan. Apalagi jika yang melintas adalah truk batu bara atau tangki bahan bakar minyak,” ujar salah satu pengamat transportasi.

Referensi Kasus Kecelakaan Akibat Rem Blong

Perhatian terhadap keselamatan jalur menurun diperkuat oleh kasus kecelakaan di luar negeri yang melibatkan truk semi-trailer muatan kayu. Kendaraan tersebut mengalami kegagalan fungsi rem saat menuruni pegunungan, melewati dua runaway truck ramp, dan menabrak 28 kendaraan dengan kecepatan 137 km/jam. Akibatnya, empat orang meninggal dunia akibat terbakar.

Dari hasil investigasi, perusahaan pemilik truk tercatat memiliki 30 pelanggaran keselamatan dalam dua tahun terakhir, termasuk masalah sistem pengereman yang berulang. Pengemudi awalnya dijatuhi hukuman 110 tahun penjara, yang kemudian dikurangi menjadi 10 tahun oleh Gubernur setempat.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam perawatan kendaraan, khususnya sistem pengereman, dapat menimbulkan konsekuensi fatal.

Rekomendasi Langkah Strategis

Untuk mencegah terulangnya potensi kecelakaan serupa, sejumlah langkah strategis perlu segera diimplementasikan:

1.  Pemerintah Pusat dan Daerah

    Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri perlu mewajibkan pembangunan runaway truck ramp pada setiap ruas jalan dengan turunan ekstrem. Selain itu, penerapan inspeksi teknis kendaraan harian, khususnya pada sistem pengereman truk angkutan barang, harus dilakukan selain uji KIR tahunan.

2.  Perusahaan Jasa Logistik

    Operator angkutan wajib menjamin kelaikan teknis seluruh armada. Dalam hal terjadi kecelakaan akibat kelalaian perawatan, perusahaan harus dikenai sanksi pidana dan administratif berupa denda dalam jumlah signifikan.

3.  Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pengemudi

    Materi teknik mengendalikan kendaraan di jalan menurun dan penggunaan engine brake perlu dimasukkan sebagai bagian wajib dalam pelatihan dan ujian Surat Izin Mengemudi golongan kendaraan berat.

4.  Masyarakat Pengguna Jalan

    Pengendara umum diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berpapasan dengan kendaraan besar di jalur menurun. Disarankan untuk tidak melakukan mendahului dari sisi kanan, menjaga jarak aman minimal 50 meter, dan segera menepi ke bahu jalan apabila melihat indikasi kendaraan berat mengalami rem blong, seperti adanya asap dari roda.

Kecelakaan lalu lintas bukan hanya menyangkut angka statistik. Korban merupakan individu yang memiliki keluarga. 

Oleh karena itu, kawasan Sibolangit sebagai destinasi wisata utama Sumatera Utara harus dipastikan keamanannya. Tanpa pembenahan infrastruktur, penegakan aturan, dan peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, setiap jalur menurun berpotensi menjadi lokasi rawan kecelakaan.

Sibolangit seharusnya berfungsi sebagai tujuan wisata yang aman dan nyaman, bukan sebagai lokasi yang rawan menimbulkan korban nyawa. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar