Bahaya Jalur Medan-Berastagi: Minim Infrastruktur Keselamatan

Uwrite.id - Greenhill - Jalur Medan–Berastagi di kawasan Sibolangit, yang merupakan arteri wisata utama di Sumatera Utara, dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Minimnya infrastruktur keselamatan menjadi perhatian serius di tengah tingginya volume kendaraan setiap akhir pekan.
Minim Infrastruktur Keselamatan
Berdasarkan hasil pemantauan, jalur tersebut belum dilengkapi dengan runaway truck ramp, weighting station, serta penerangan jalan yang memadai. Kondisi ini dinilai berisiko mengingat kontur jalan yang menurun dan curam dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi.
“Dengan karakteristik jalan yang demikian, kendaraan dengan muatan berat seperti air mineral dalam galon saja berpotensi menimbulkan kecelakaan. Apalagi jika yang melintas adalah truk batu bara atau tangki bahan bakar minyak,” ujar salah satu pengamat transportasi.
Referensi Kasus Kecelakaan Akibat Rem Blong
Perhatian terhadap keselamatan jalur menurun diperkuat oleh kasus kecelakaan di luar negeri yang melibatkan truk semi-trailer muatan kayu. Kendaraan tersebut mengalami kegagalan fungsi rem saat menuruni pegunungan, melewati dua runaway truck ramp, dan menabrak 28 kendaraan dengan kecepatan 137 km/jam. Akibatnya, empat orang meninggal dunia akibat terbakar.
Dari hasil investigasi, perusahaan pemilik truk tercatat memiliki 30 pelanggaran keselamatan dalam dua tahun terakhir, termasuk masalah sistem pengereman yang berulang. Pengemudi awalnya dijatuhi hukuman 110 tahun penjara, yang kemudian dikurangi menjadi 10 tahun oleh Gubernur setempat.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam perawatan kendaraan, khususnya sistem pengereman, dapat menimbulkan konsekuensi fatal.
Rekomendasi Langkah Strategis
Untuk mencegah terulangnya potensi kecelakaan serupa, sejumlah langkah strategis perlu segera diimplementasikan:
1. Pemerintah Pusat dan Daerah
Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri perlu mewajibkan pembangunan runaway truck ramp pada setiap ruas jalan dengan turunan ekstrem. Selain itu, penerapan inspeksi teknis kendaraan harian, khususnya pada sistem pengereman truk angkutan barang, harus dilakukan selain uji KIR tahunan.
2. Perusahaan Jasa Logistik
Operator angkutan wajib menjamin kelaikan teknis seluruh armada. Dalam hal terjadi kecelakaan akibat kelalaian perawatan, perusahaan harus dikenai sanksi pidana dan administratif berupa denda dalam jumlah signifikan.
3. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pengemudi
Materi teknik mengendalikan kendaraan di jalan menurun dan penggunaan engine brake perlu dimasukkan sebagai bagian wajib dalam pelatihan dan ujian Surat Izin Mengemudi golongan kendaraan berat.
4. Masyarakat Pengguna Jalan
Pengendara umum diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berpapasan dengan kendaraan besar di jalur menurun. Disarankan untuk tidak melakukan mendahului dari sisi kanan, menjaga jarak aman minimal 50 meter, dan segera menepi ke bahu jalan apabila melihat indikasi kendaraan berat mengalami rem blong, seperti adanya asap dari roda.
Kecelakaan lalu lintas bukan hanya menyangkut angka statistik. Korban merupakan individu yang memiliki keluarga.
Oleh karena itu, kawasan Sibolangit sebagai destinasi wisata utama Sumatera Utara harus dipastikan keamanannya. Tanpa pembenahan infrastruktur, penegakan aturan, dan peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, setiap jalur menurun berpotensi menjadi lokasi rawan kecelakaan.
Sibolangit seharusnya berfungsi sebagai tujuan wisata yang aman dan nyaman, bukan sebagai lokasi yang rawan menimbulkan korban nyawa. (*)

Tulis Komentar