Bahas Rencana Investasi Tesla di RI, Luhut Akan Kembali Menemui Elon Musk Bulan Depan

Ekonomi | 24 Jul 2023 | 18:59 WIB
Bahas Rencana Investasi Tesla di RI, Luhut Akan Kembali Menemui Elon Musk Bulan Depan
Foto: Luhut Binsar Pandjaitan dan Elon Musk

Uwrite.id - Rencana investasi Tesla ke Indonesia telah menjadi sorotan sejak lama, tetapi akhirnya, perusahaan tersebut memilih Malaysia sebagai tujuan investasinya.

Untuk menyikapi investasi Tesla di Malaysia, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, dijadwalkan akan bertemu dengan bos Tesla, Elon Musk, bulan depan untuk membahas finalisasi rencana investasi perusahaan mobil listrik tersebut di Indonesia. Namun, Luhut tidak mengungkapkan lokasi pasti dari pertemuan tersebut.

"Belum ada Tesla juga (di Malaysia). Saya mau ketemu Elon nanti (tanggal) 2 bulan depan (Agustus)," kata Luhut, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (24/7/23).

"Ya itu, kita mau finalkan. Makanya tadi pertanyaan dia itu berkaitan dengan itu," tambah Luhut.

Diberitakan sebelumnya, kabar investasi Tesla di Malaysia cukup mengagetkan, sebab Malaysia dianggap menyalip Indonesia yang sudah melakukan pendekatan sejak tahun 2020.

Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri telah mengunjungi markas Tesla dan bertemu dengan Elon Musk untuk membahas rencana investasi pada tahun sebelumnya. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan yang jelas terkait investasi tersebut.

Baca Juga: Alasan Indonesia di Kucilkan AS, APNI: Indonesia Tidak Ramah ESG

Sebaliknya, kabar tentang investasi Tesla di Malaysia telah menjadi perbincangan hangat setelah Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan berinvestasi di negaranya.

Malaysia sangat antusias dengan keputusan Tesla berinvestasi di Malaysia, bahkan Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahannya berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050.

"Malaysia akan melanjutkan mengukukuhkan komitmennya dalam subjek nol emisi karbon secepatnya pada 2050," ucap Anwar, melansir Channel News Asia.

Harga Tesla di Indonesia Selangit, Lebih Murah di Malaysia

Pada beberapa tahun terakhir, perusahaan otomotif ternama, Prestige Image Motocars, telah memperkenalkan Tesla ke pasar Indonesia. Salah satu varian yang ditawarkan adalah Tesla Model Y, sebuah mobil listrik berbasis baterai. Meskipun banyak penggemar mobil listrik yang antusias menyambut kehadiran Tesla di Indonesia, mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa harga Model Y di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia.

Baca Juga: Nikel RI Dikucilkan AS, Luhut: Ekonomi RI Terbaik di G20, Negara Kita Tidak Bisa Diatur!

Pada bulan April 2022, Prestige Image Motocars meluncurkan Tesla Model Y di Indonesia dengan kisaran harga mulai dari Rp2 miliar hingga Rp2,4 miliar. Sementara itu, di Malaysia, Model Y dijual hanya dengan harga mulai dari 199 ribu ringgit atau setara dengan sekitar Rp657,8 juta. Perbedaan harga yang mencapai miliaran rupiah ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen, terutama karena kedua negara ini berada di wilayah yang relatif dekat.

Presiden Direktur Prestige Image Motocars, Rudy Salim, memberikan penjelasan terkait perbedaan harga yang mencolok tersebut. Menurutnya, salah satu faktor utama yang menyebabkan harga Tesla Model Y lebih mahal di Indonesia adalah beban pajak yang dikenakan oleh pemerintah.

Rudy Salim menjelaskan bahwa di Indonesia, Tesla Model Y dikenai beberapa jenis pajak, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPH), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM), Pajak Penghasilan Badan (PIB), dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBnKB). Semua pajak ini secara bersama-sama menyebabkan harga mobil menjadi sangat tinggi.

"Saya kurang tahu regulasi perpajakan di Malaysia, tapi di Indonesia kami kena PPN, PPH, PPNBM, PIB, dan BBnKB yang membuat harga mobil menjadi tinggi," kata Rudy.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar