Atas Nama Bangsa Korsel, Lee Jae Sampaikan Duka Mendalam Terkait Wafatnya 3 Prajurit TNI di Lebanon Selatan

Uwrite.id - Seoul - Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan rasa duka yang mendalam terkait wafatnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Presiden Lee menyampaikan ini langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat keduanya melakukan pertemuan bilateral bersama di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae atau Blue House, Rabu (01/04).
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” kata Lee.
Di kesempatan ini, Lee juga menyampaikan penghormatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memahami isu-isu global.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama strategis dengan Indonesia di tengah perubahan tatanan global yang makin dinamis.
Presiden Lee menekankan kemitraan antara Indonesia dan Republik Korea memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, khususnya dalam konteks ketahanan energi global. “Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama ekonomi kedua negara perlu terus diperkuat guna meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul dari dinamika global.
“Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut,” lanjutnya. Lee juga meyoroti kesamaan nilai antara Indonesia dan Republik Korea. Kedua negara disebut memiliki kesamaan nilai terkait demokrasi, perdagangan bebas, serta komitmen pada tatanan berbasis aturan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai krisis global. “Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee menyatakan harapannya untuk melakukan pertukaran pandangan secara terbuka dan konstruktif. Dia juga ingin ada kontribusi bersama dalam komunitas internasional.
“Saya menantikan pertukaran pendapat yang jujur dengan Presiden Prabowo, tidak hanya tentang memajukan hubungan bilateral kita, tetapi juga tentang berbagai cara untuk berkontribusi bersama kepada masyarakat internasional sebagai negara-negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab,” paparnya Mengakhiri sambutannya, Presiden Lee kembali menyampaikan menegaskan komitmen Republik Korea untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. (*)

Tulis Komentar