Arif Satria Mengenal Baik Isradi, Tipe Pemimpin yang Adaptif | Berikan Apresiasi untuk Masa Jabatan Kedua di Uniba

Peristiwa | 13 Feb 2026 | 00:07 WIB
Arif Satria Mengenal Baik Isradi, Tipe Pemimpin yang Adaptif | Berikan Apresiasi untuk Masa Jabatan Kedua di Uniba
Isradi Zainal pun memuji Arif Satria, yang tidak pernah berubah dalam kekompakan dan sinergisme di antara perkolegaan sejawat Forum Rektor itu.

Uwrite.id - Bogor - "Saya memandang Dr Isradi Zainal sebagai seorang figur yang memiliki kapabilitas untuk memajukan riset dan menggerakkan iklim inovasi untuk meningkatkan potensi yang dapat digali khususnya wilayah Kalimantan Timur," ungkap Prof Dr Arif Satria, seorang akademisi Ekologi Manusia yang melejit menjadi Rektor IPB University (2018-2025) sebelum akhirnya diangkat menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional 2025-2030.

Sesaat setelah Isradi Zainal dipilih Wali Amanat Universitas Balikpapan dalam Sidang Senat Guru Besar Universitas Balikpapan itu, Arif Satria salah satu figur yang paling dahulu memberi ucapan selamat melalui apikasi pesan singkat kepada Pakar K3 ini yang juga menduduki jabatan sebagai Deputi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia itu yang membidangi Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (terkait Ekologi, red.), tenggat tugas 2024-2027.

Tentu, Isradi Zainal pun memuji Arif Satria, yang tidak pernah berubah dalam kekompakan dan sinergisme di antara perkolegaan sejawat Forum Rektor itu. Kendatipun Arif Satria mempunyai usia yang sedikit lebih junior dari Isradi Zainal, namun hal itu tidak membuat Rektor Uniba ini enggan untuk mendahului bersilaturahmi.

Kesan rendah hati itu ditampakkan Isradi saat bulan November 2025 beranjangsana ke Rektorat IPB di Baranangsiang Bogor, tatkala Arif baru saja memperoleh penugasan terbaru dari Presiden Prabowo untuk memegang tampuk kendali BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), mengacu beslit istana No 123/P Tahun 2025. Di saat itu, publik tidak ada yang menyangka bahwa Arif akan menggantikan Ka BRIN lawas, Laksana Tri Handoko, yang mana publik mengetahui bahwa sejak disahkan di era Presiden Joko Widodo, BRIN di-lead oleh Ketua Dewan Pengarah, Megawati Soekarnoputri, yang sejatinya memiliki DNA yang condong dominan ke nasionalistik.

Foto :  [  Bogor, November 2025] ▪︎Saat bertemu Arif Satria, IZ juga menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatan sebagai Kepala BRIN.

Arif Satria sendiri lebih dipahami khalayak ramai sebagai sosok yang dibesarkan dalam lingkungan Pelajar Islam Indonesia Pekalongan dan HMI Cabang Bogor. Belakangan, baru publik paham, di Ramadan 1446H Arif Satria sendiri juga sudah intens menjalin komunikasi dengan Guru Besar IPB yang dekat dengan Mega, yakni Rokhmin Dahuri, antara lain dengan menjadi penceramah kultum saat shalat tarawih safari di kediaman Rokhmin, Villa Indah Pajajaran.

Arif dalam Video Official BRIN, Dorong IZ Optimalkan Riset Aplikatif untuk Pemajuan Kaltim

Isradi Zainal semasa memimpin Universitas Balikpapan di masa jabatan pertamanya merupakan nakhoda kampus yang selalu lincah dalam identifikasi permasalahan yang terlihat di sekeliling tempatnya bernaung. Tak luput juga, terkadang ia menjadi kunci bagi bank soal seputar IKN. Permasalahan itu disarikan dan diekstrak dalam bentuk solusi yang terlahir dari pemikiran insan kampus. Tentu, kebiasaan kalangan akademik adalah membaca symptom dan mengurainya baik dengan riset cepat maupun penelitian ringkas.

Peran Arif Satria dalam menggugah spirit riset kalangan kampus yang bertumpu kepada penelitian yang bisa langsung aplikatif pada kebutuhan pembangunan dan pemerintah daerah (tepat guna), diejawantahkan dalam setiap sambutan beliau di berbagai kesempatan.

Kerangka konseptual Arif itu pun juga diselipkan ketika mengapresiasi keterpilihan IZ sebagai rektor kembali untuk masa bakti 2026-2030 tersebut. “Harapan besar Universitas Balikpapan dapat terus mengembangkan riset inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat luas," singkat Arif.

Isradi Zainal merupakan sosok yang nantinya dirasa mampu adaptif dengan Zaman Kalabendhu di mana segalanya beringsut secara cepat. Arif Satria kerap mengidentikkan keadaan ini dengan idiom VUCA, yang merupakan akronim dari Volatility (volatilitas/gejolak), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas). Pada akhirnya, ketajaman intuisi dan networking yang terus dibina dan diberdayakan pemimpin menjadi faktor penentu bagi jajaran Universitas Balikpapan untuk dapat mengarungi fase yang tidak mudah ini. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar