Arief: Meski Nasdem Khianati Koalisi, PD & PKS Tetap 1 Biduk

Politik | 24 Aug 2023 | 14:11 WIB
Arief: Meski Nasdem Khianati Koalisi, PD & PKS Tetap 1 Biduk
Andi Arief tuding Partai NasDem berkhianat, Demokrat bersama PKS tetap satu biduk. (Tangkapan Layar Channel Youtube 'Harian Kompas')

Uwrite.id - Kondisi internal Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) yang terdiri dari Partai Demokrat, Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepertinya sedang bergejolak.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief tiba-tiba melontarkan pernyataan akan tetap setia bersama PKS mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024 meskipun satu partai lainnya berkhianat. Satu partai lain yang dimaksud Andi Arief itu hampir bisa dipastikan adalah Partai Nasdem.

Pernyataan itu Andi Arief sampaikan melalui akun platform X-nya, @Andiarief__ pada Selasa (22/08).

“Kami akan terus bersama PKS meski satu partai lain mengkhianati koalisi,” kata Andi Arief.

Andi Arief sebelumnya mendesak Anies Baswedan untuk segera mengumumkan bacawapres pendampingnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi untuk menaikkan elektabilitas mengingat posisi Anies Baswedan selalu berada di urutan paling buncit dalam beberapa hasil survei elektabilitas bacapres dengan simulasi tiga nama.

“Saya berharap @aniesbaswedan segera mendeklarasikan cawapresnya sebagai taktik menaikkan elektabilitasnya,” cuit Andi Arief melalui akun platform X-nya, @Andiarief__ pada Senin (21/08/2023).

Ia juga menyentil Nasdem. Ia berharap Partai Nasdem bijak dalam penentuan cawapres pendamping Anies Baswedan.

“Beberapa kawan dari Nasdem harap lebih bijak soal ini. Adapun tim 8 segera mengevaluasi capaiannya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta Anies Baswedan untuk tidak membeda-bedakan partai pendukung.

“Buat @aniesbaswedan harus memperlakukan 3 partai dengan posisi yang sama. Tidak ada partai yang diberi keistimewaan,” katanya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar