Andhi Pramono Dicopot dari Kepala Bea Cukai Makasar Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

Hukum | 16 May 2023 | 19:56 WIB
Andhi Pramono Dicopot dari Kepala Bea Cukai Makasar Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK
Andhi Pramono, Kepala Bea Cukai Makassar

Uwrite.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengambil keputusan mencopot Andhi Pramono dari jabatannya sebagai Kepala Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil setelah Andhi Pramono secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Kompas.com pada Senin (15/5/2023), Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penjatuhan hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemenkeu juga membentuk tim pemeriksa untuk melaksanakan proses penjatuhan hukuman disiplin berat. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim tersebut ternyata sejalan dengan temuan yang ditemukan oleh KPK.

“Dalam rangka proses penjatuhan hukuman disiplin sesuai PP 94/2021 tentang Disiplin ASN yang bersangkutan dilakukan pencopotan dari jabatan,” kata Nirwala.

Nirwala juga menegaskan bahwa Kemenkeu menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dan siap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh lembaga antikorupsi tersebut. Bea Cukai juga menyatakan penghormatan dan dukungannya terhadap proses hukum yang dijalankan oleh KPK.

"Bea Cukai menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang dijalankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," katanya.

Selain pencopotan jabatan, Kemenkeu akan melanjutkan tindakan hukuman terhadap Andhi sesuai dengan keputusan dan peraturan yang berlaku. Tindakan ini merupakan komitmen Bea Cukai dalam pegawai pegawai yang melakukan pelanggaran integritas.

"Dengan langkah ini, Bea Cukai mengikuti upaya institusi untuk terus melakukan perbaikan dari sisi pengawasan, pelayanan, maupun manajerial untuk meningkatkan kepercayaan publik," ucapnya.

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar