Akuisisi Rampung, United Tractors Siapkan "Emas Baru" ASA untuk Dongkrak Portofolio Mineral

Uwrite.id - Jakarta - PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyiapkan tambang emas Arafura Surya Alam (ASA) di Sulawesi Utara untuk mulai berproduksi dan menjual emas pada 2029.
ASA atau tambang Doup merupakan hasil akuisisi 100% saham yang diselesaikan UNTR pada 11 Februari 2026 melalui anak usaha PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energi Prima Nusantara. Pengembangan ASA menjadi langkah perseroan untuk memperbesar portofolio mineral dan mengurangi ketergantungan pada batubara termal.
Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menjelaskan, saat ini perseroan fokus pada tiga pekerjaan utama. Pertama, pengurusan perizinan termasuk studi kelayakan dan Amdal yang ditargetkan rampung tahun ini. Kedua, penyusunan detail engineering design untuk fasilitas processing plant. Ketiga, pembebasan lahan secara bertahap di area konsesi yang akan menjadi lokasi penambangan.
"Jadi fokus kita mungkin untuk 2026-2028 ke depan adalah untuk penyelesaian pembangunan infrastruktur processing plant di ASA ini dan kita harapkan bisa mulai berproduksi, menghasilkan, dan menjual emas di tahun 2029 nanti," kata Iwan dalam Public Expose Live 2026 United Tractors, Senin (07/09).
Langkah pengembangan ASA sejalan dengan strategi UNTR lima tahun terakhir untuk mencari aset tambang baru, khususnya emas, nikel, tembaga, dan zinc.
Di sisi lain, bisnis emas UNTR saat ini masih tertekan akibat suspensi operasional tambang Martabe selama sekitar lima bulan. Hingga Juli 2026, penjualan setara emas dari Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya tercatat 32.000 ons. Angka ini turun 78% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 143.000 ons.
Manajemen menyebut Martabe sudah kembali beroperasi secara bertahap. Produksi emas Martabe pada 2026 diperkirakan mencapai 65.000 ons. Peningkatan produksi yang lebih signifikan baru ditargetkan mulai 2027, seiring kesiapan infrastruktur. (*)

Tulis Komentar