Akibat Konsumsi Daging Sapi Sakit, 87 Warga di Gunungkidul Positif Antraks, 3 Meninggal

Kesehatan | 05 Jul 2023 | 13:59 WIB
Akibat Konsumsi Daging Sapi Sakit, 87 Warga di Gunungkidul Positif Antraks, 3 Meninggal
Petugas Mengubur Sapi Mati Milik Warga Dusun Grogol IV, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.

Uwrite.id - Puluhan warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terinfeksi penyakit antraks. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi bahwa sebanyak 87 warga dari Dusun Jati, Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dinyatakan positif terinfeksi antraks, dengan 3 orang meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terkait kasus meninggalnya tiga warga akibat antraks ini. Pemerintah daerah juga ikut berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengatasi wabah ini secepat mungkin.

Dugaan sementara tim medis mengarah ke konsumsi daging sapi yang sakit dan terinfeksi antraks selama perayaan Iduladha beberapa waktu lalu. Kabupaten Gunungkidul diketahui termasuk dalam daerah endemi antraks, di mana kasus penyakit ini pernah terjadi sebelumnya.

“Kalau kasus meninggal ada tiga orang di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kemenkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi kasus tersebut,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan persnya di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Sebanyak 125 orang telah diperiksa, dan dari jumlah tersebut, 87 warga Dusun Jati, Semanu, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan positif terinfeksi antraks, sementara tiga orang lainnya telah meninggal dunia. Beberapa di antara mereka bahkan mengalami gejala seperti mual, pusing, dan munculnya bercak hitam di beberapa bagian kulit.

Mengenai awal mula merebaknya antraks ini terungkap setelah seorang warga Dusun Jati meninggal dunia dan didiagnosis menderita antraks di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta pada awal Juni lalu. Setelahnya, jumlah kasus yang terkonfirmasi terus bertambah serta menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran yang lebih luas.

Dinas kesehatan terus berusaha untuk mengisolasi kasus-kasus yang ada dan memberikan perawatan intensif kepada para korban. Selain itu, upaya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut juga tengah diupayakan dengan mengimbau masyarakat setempat untuk menghindari konsumsi daging yang berasal dari hewan ternak yang dicurigai terinfeksi antraks.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar