34 Karhutla Terjadi di Aceh Besar, 38,88 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Juli-Agustus

Uwrite.id - Kota Jantho - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat sebanyak 34 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah tersebut sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan, dari 34 kejadian tersebut total luas lahan yang terbakar mencapai 38,88 hektare.
"Data yang kami himpun, selama Juli-Agustus 2026 di Aceh Besar terjadi 34 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 38,88 hektare," ujar Ridwan Jamil, Senin lalu.
Ridwan menjelaskan, sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah dan pembukaan lahan oleh masyarakat yang tidak diawasi.
"Kebanyakan berawal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan di sekitarnya. Ada juga yang disebabkan pembukaan lahan untuk pertanian," jelasnya.
Ia merinci, titik-titik karhutla tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Besar. Di antaranya Kuta Baro, Kuta Cot Glie, Blang Bintang, Darul Imarah, Lhoknga, dan Montasik.
"Beberapa kejadian juga menghanguskan harta benda warga seperti rumah, dapur, dan kendaraan," tambahnya.
BPBD Aceh Besar bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah dan lahan secara sembarangan, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Segera laporkan jika melihat titik api ke BPBD atau pihak berwenang," imbau Ridwan.
Sebelumnya, BNPB juga mencatat karhutla di Aceh terjadi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Besar. Di Aceh Besar, api menghanguskan sekitar 4 hektare lahan dan sudah berhasil dipadamkan tim gabungan.
Sementara itu, data lain menyebutkan hingga sepekan terakhir, karhutla di Aceh Besar juga menghanguskan 19,5 hektare lahan yang diduga dipicu pembakaran sampah tidak diawasi. (*)

Tulis Komentar