15 Koperasi Sawit Dorong Hilirisasi dan Perkuat Modal Lewat Akses Dana Rp2,1 Triliun dari LPDB Kemenkop

Uwrite.id - Jakarta - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengambil inisiatif mengoordinasikan 15 koperasi sawit untuk bertemu dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi di Jakarta pada Rabu (09/09/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk membuka jalur pembiayaan demi memperkuat permodalan, mendorong hilirisasi, serta meningkatkan daya tawar petani melalui koperasi.
Wakil Ketua Umum IV Bidang Usaha DPP APKASINDO, Suhendrik, merinci usulan pembiayaan yang diajukan. Mulai dari pembangunan pabrik CPO dan pabrik pupuk organik, pengembangan pembibitan, program buyback kebun, hingga modal kerja untuk pembelian Tandan Buah Segar (TBS).
Usulan tersebut selaras dengan target penyaluran dana bergulir LPDB Kemenkop tahun 2026 senilai Rp2,1 triliun. Sebesar 85 persen dana akan diprioritaskan untuk Koperasi Sektor Riil (KSR), termasuk sektor kelapa sawit. Sementara 15 persen lainnya untuk KSP/KSPPS. Pembangunan pabrik CPO juga menjadi bagian dari strategi menopang target produksi CPO nasional dan implementasi program B50.
Kepala Divisi Pembiayaan Syariah III LPDB Kemenkop, Saefudin Zuhri, menekankan pentingnya kelengkapan administrasi. Koperasi diminta menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dokumen pendukung seperti laporan keuangan, hasil RAT, sertifikat NIK, dan izin usaha. LPDB juga membuka opsi jaminan beragam, dari aset bergerak dan tidak bergerak, deposito, piutang lancar, sampai personal guarantee.
“Tindak lanjutnya, koperasi wajib menyusun RAB dan melengkapi semua persyaratan administrasi sebelum pengajuan bisa diproses,” ujar Saefudin.
Ia menambahkan, pendirian pabrik diarahkan untuk menggenjot produksi CPO nasional dan mendukung program B50. Ke depan LPDB akan memetakan daerah potensial sebagai lokasi pabrik serta melakukan studi kelayakan teknis, terutama terkait ketersediaan bahan baku dari para pemasok.
Berikut rincian usulan dana dari beberapa koperasi:
- Koperasi Konsumen Sawitsetara Berkelanjutan: Mengusulkan Rp10 miliar untuk kegiatan pembibitan sawit, pendirian pabrik pupuk organik, dan permodalan pembibitan APKASINDO.
- Koperasi Sumber Usaha Sejahtera Bersama (Sumsel): Mengajukan dana Rp30 miliar untuk pengelolaan kebun.
- Koperasi Produsen Induk Perkebunan Paser Jaya Bersama (Kaltim): Mengajukan Rp27 miliar guna membangun pabrik CPO kapasitas 10 ton per jam.
- Koperasi Sinar Berdikari (Kalteng): Mengajukan kebutuhan Rp7 miliar untuk pembelian pupuk organik dan sarana prasarana.
- Koperasi Pemasaran Kelumpang Mandiri Sejahtera (Kalsel): Mengusulkan pembiayaan pabrik pupuk organik untuk pembinaan 2.400 hektare kebun milik 600 petani. Dokumen administrasi sudah lengkap.
- Koperasi Produsen Sawit Sejahtera Berkarya (Lampung): Meminta adanya kepastian kemitraan dan kepastian harga untuk pengolahan TBS dari kebun swadaya. (*)

Tulis Komentar